Bali United Dibuat Klenger, Semen Padang Ciptakan 6 Gol Bertubi-tubi, Berakhir Imbang!
Andre Sulla• Senin, 26 Januari 2026 | 08:05 WIB
Ripal Wahyudi sujud syukur usai cetak gol ke gawang Bali United menyamakan keduddukan 3-3 di Stadion Dipta, kemarin.
Radarbadung.jawapos.com- Semen Padang FC mengguncang Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Tim jukukan Kabau Sirah sejatinya enam kali membobol gawang Bali United dalam laga Super League, namun dua gol dianulir wasit.
Duel panas itu pun berakhir imbang 3-3, hasil yang tetap menyisakan rasa getir bagi tuan rumah Serdadu Tridatu.
Bertanding di hadapan publik sendiri, Serdadu Tridatu sempat dibuat klenger karena tertinggal dua gol lebih dulu sebelum bangkit dan bahkan berbalik unggul, namun kemenangan yang sudah di depan mata sirna di menit-menit akhir.
Untuk diketahui, semen Padang tampil mengejutkan sejak awal pertandingan. Baru berjalan lima menit, tim tamu langsung mencuri gol pembuka melalui sontekan Angelo Meneses yang sukses memanfaatkan umpan matang Kianz Froese.
Kepercayaan diri Kabau Sirah kian meningkat. Pada menit ke-12, mereka kembali menggandakan keunggulan menjadi 2-0 lewat sundulan Jaime Giraldo alias Jago, yang menyambar sepak pojok Froese tanpa kawalan berarti.
Tertinggal dua gol membuat Bali United meningkatkan intensitas serangan. Peluang emas didapat pada awal babak kedua, tepatnya menit ke-47, ketika Teppei Yachida mendapat ruang di kotak penalti.
Sayangnya, sontekannya masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Semen Padang.
Usaha tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-54. Jens Raven sukses lolos dari jebakan offside dan dengan tenang menaklukkan kiper lawan untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Momentum mulai berbalik ke pihak Bali United. Semen Padang sempat kembali menggetarkan jala Bali United pada menit ke-64 lewat sundulan Angelo.
Namun, setelah pengecekan VAR, wasit menganulir gol tersebut karena offside. Keputusan itu menjadi titik balik krusial bagi tuan rumah.
Empat menit berselang, Stadion Kapten I Wayan Dipta bergemuruh. Mirza Mustafic melepaskan tendangan jarak jauh spektakuler pada menit ke-68.
Bola sempat membentur tiang sebelum bersarang di gawang Semen Padang, membuat skor kembali imbang 2-2.
Bali United yang kian percaya diri akhirnya berbalik unggul pada menit ke-75. Thijmen Goppel mencetak gol ketiga lewat aksi solo run impresif yang diakhiri penyelesaian klinis, membawa Serdadu Tridatu memimpin 3-2.
Namun drama belum berakhir. Semen Padang menunjukkan mental pantang menyerah.
Pada menit ke-80, Ripal Wahyudi melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper Bali United.
Skor kembali imbang 3-3. Kabau Sirah sempat kembali mencetak gol melalui aksi backheel Angelo pada menit ke-85.
Namun lagi-lagi, wasit menganulir gol tersebut karena lebih dulu terjadi pelanggaran.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-3 tetap bertahan. Bali United FC terpaksa harus puas berbagi satu poin saat menjamu Semen Padang FC pada laga pekan ke-18 BRI Super League 2025/26.
Pada laga perdana putaran kedua musim ini, Bali United yang bertindak sebagai tuan rumah justru tampil di bawah tekanan pada babak pertama.
Memasuki babak kedua, Bali United langsung meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut membuahkan hasil, memastikan skor imbang 3-3 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai pertandingan, pihak Semen Padang FC menyampaikan, hari ini permainan Semen Padang sangat luar biasa.
Dominan di babak pertama, punya peluang emas bertubi-tubi. Sayangnya, beberapa pemain cedera memaksa mengubah rencana dan itu sangat mempengaruhi ritme permainan.
"Meski begitu, saya tetap salut dengan perjuangan pemain Semen Padang. Sekarang tidak ada waktu menyesal, kami langsung alihkan fokus ke Makassar,” singkat HC Semen Padang FC, Dejan Antonic, didampingi Kianz Gonzalez.
Sementara itu, pelatih kepala Bali United FC, Johnny Jansen, mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap hasil yang diraih timnya.
Ia menilai kebobolan dua gol di babak pertama menjadi faktor utama yang menyulitkan Bali United sepanjang pertandingan.
Ia pun menyatakan sangat kurang puas dengan hasil ini. Dimana pihaknya kebobolan dua gol di babak pertama.
Memasuki babak kedua, ia melakukan sejumlah pergantian pemain dan berhasil unggul 3-2 atas Semen Padang.
"Hanya saja kami kebobolan lagi di menit akhir sehingga hasil imbang harus kami terima,” ujar Johnny Jansen.
Pelatih asal Belanda tersebut juga menyoroti lemahnya antisipasi timnya terhadap situasi bola mati yang dimanfaatkan dengan baik oleh Semen Padang FC. Set piece sangat bagus dan bisa membuahkan hasil.
Juga dengan mudah memberikan mereka peluang set piece melalui tendangan bebas, sepak pojok dan sebagainya. "Kami merasa hasil ini kurang bagus,” tutup mantan pelatih PEC Zwolle itu.
Dengan hasil imbang ini, Bali United FC dan Semen Padang FC sama-sama mengawali putaran kedua musim dengan tambahan satu poin. Namun masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki performa di laga-laga berikutnya.***