Radarbadung.jawaposm.com– Bali United membuat kesalahan dalam laga melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Jumat lalu (30/1/2026).
Jika kesalahan Kadek Arel membuka luka, maka aksi Mike Hauptmeijer menancapkan paku yang lebih dalam.
Kiper asal Belanda itu melakukan kesalahan elementer yang dengan mudah dimanfaatkan lawan untuk menggandakan keunggulan Persik Kediri.
Bali United sejatinya memulai pertandingan dengan cukup rapi.
Bermain sebagai tim tamu, pasukan Johnny Jansen memilih pendekatan disiplin dengan pressing ketat untuk meredam agresivitas Persik Kediri yang tampil menyerang sejak menit awal lewat skema umpan pendek satu-dua ala Marcos Reina.
Namun petaka justru datang lebih dulu bagi tuan rumah.
Menit ke-23, lemparan ke dalam Rizky Dwi disambut Boris Kopitovic di kotak penalti. Bola yang mengarah ke depan gawang tanpa sengaja mengenai dada bek Persik, Muhamad Firli.
Bola berbelok arah dan bersarang ke gawang sendiri. Bali United unggul 1-0 lewat gol bunuh diri.
Keunggulan itu tak bertahan lama. Lima menit berselang, blunder fatal dilakukan bek muda Bali United, Kadek Arel.
Back pass tanggung tanpa tekanan berhasil dipotong Jose Rodriguez. Tanpa kesulitan, pemain Persik itu menceploskan bola ke gawang Mike Hauptmeijer. Skor kembali imbang 1-1.
Drama kian memanas di menit ke-40. Gol kontroversial tercipta setelah tendangan gawang Hauptmeijer sempat menyentuh tanah dan disentuh kembali sebelum diarahkan ke Kadek Arel.
Pemain Persik sigap menekan, merebut bola, lalu mengalirkannya ke Jose Rodriguez yang dengan mudah mencetak gol keduanya.
Protes keras dilayangkan pemain Bali United kepada hakim garis, namun gol tetap disahkan.
Alih-alih bangkit, Bali United kembali kebobolan di masa injury time. Umpan manja Ezra Walian kepada Wigi Pratama diselesaikan dengan sepakan keras mendatar.
Hauptmeijer sempat menepis, namun bola muntah langsung disambar Adrian Luna. Gol itu membawa Persik Kediri unggul 3-1 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Bali United meningkatkan intensitas serangan. Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68.
Joao Ferrari mencetak gol melalui tandukan tajam memanfaatkan umpan akurat Mirza Mustafic. Skor berubah 2-3 dan membuka harapan comeback.
Serdadu Tridatu terus menggempur pertahanan Persik hingga menit akhir.
Namun solidnya lini belakang tuan rumah, ditambah kurang efektifnya penyelesaian akhir Bali United, membuat skor tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Menariknya, Persik Kediri justru tampil dengan sejumlah pemain minim pengalaman Liga 1. Marcos Reina mencadangkan nama-nama senior seperti Novri Setiawan, Henhen Herdiana, Syahrian Abimanyu, dan Moch Supriadi.
Sebagai gantinya, pemain muda seperti Muhamad Firli dan Wigi Pratama dipercaya tampil sejak awal, didukung seluruh pemain asing anyar yang baru didatangkan paruh musim.
Sebaliknya, Bali United memilih menurunkan komposisi andalan putaran pertama.
Pemain anyar seperti Teppei Yachida dan Diego Campos masih disimpan di bangku cadangan.
Johnny Jansen tetap mengandalkan Thijmen Goppel, Boris Kopitovic, Tim Receveur, Mirza Mustafic, Jordy Bruijn, hingga Mike Hauptmeijer sejak menit awal.
Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, mengaku kecewa dengan hasil tersebut.
Padahal timnya memulai pertandingan dengan baik dan berhasil mencetak gol lebih dulu.
Dengan kekalahan ini, Bali United mencatatkan 7 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 5 kekalahan, mengoleksi 28 poin di klasemen sementara.
"Tapi kami melakukan beberapa kesalahan yang membuat keadaan berbalik. Di babak kedua kami mencoba mengejar, namun hasil akhir harus kami terima,” tutupnya.
Pekan depan, Serdadu Tridatu dijadwalkan menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (7/2) mendatang.***