Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Tiga Laga tanpa Kemenangan, Pemain Bali United Rahmat Arjuna Minta Maaf ke Suporter

Francelino Junior • Selasa, 10 Februari 2026 | 16:23 WIB
Laga Bali United vs Persebaya Surabaya di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Sabtu (8/2) lalu. Ricky Fajrin (kanan) dibayangi Gali Freitas.
Laga Bali United vs Persebaya Surabaya di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Sabtu (8/2) lalu. Ricky Fajrin (kanan) dibayangi Gali Freitas.
 
Radarbadung.jawapos.com– Kekalahan demi kekalahan mulai menggerus kepercayaan diri pemain Bali United FC.
 
Usai tumbang 1-3 dari Persebaya Surabaya pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/26, Sabtu (7/2) malam lalu, winger muda Serdadu Tridatu, Rahmat Arjuna, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.
 
Dihadapan suporter setianya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rahmat memilih bersikap terbuka.
 
Ia menyampaikan permohonan maaf langsung kepada para suporter yang setia datang ke stadion maupun yang menyaksikan dari rumah. Tentunya ia dan pemain-pemain lain juga kecewa. 
 
"Saya cuma mau bilang, kami minta maaf untuk suporter yang datang ke stadion maupun menonton di rumah," ujarnya sembari mengatakan, semoga mereka bisa memperbaiki performance. 
 
Kekalahan dari Persebaya bukan sekadar kehilangan tiga poin. 
 
 
Hasil ini memperpanjang tren negatif Bali United yang belum meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir, sekaligus menambah daftar kebobolan menjadi sembilan gol dalam periode tersebut angka yang jauh dari citra tim yang selama ini dikenal solid dan disiplin.
 
Sepanjang pertandingan, Bali United tampil jauh dari performa ideal.
 
Alur permainan kerap terputus, penguasaan bola mudah hilang, serta kreativitas di lini tengah nyaris tak terlihat.
 
Transisi bertahan maupun menyerang berjalan lamban, membuat Persebaya leluasa mengendalikan tempo permainan.
 
Persebaya membuka keunggulan pada menit ke-26 lewat Mihailo Perovic, memanfaatkan kelengahan lini belakang Bali United yang gagal membaca pergerakan lawan. Gol itu menjadi awal runtuhnya pertahanan tuan rumah.
 
Memasuki babak kedua, situasi tak banyak berubah. Konsentrasi Bali United kembali goyah dan dimanfaatkan tim tamu. 
 
Alfan Suaib menggandakan keunggulan Persebaya pada menit ke-69.
 
Empat menit berselang, Risto Mitrevski memperlebar jarak menjadi 3-0 lewat skema bola mati yang kembali menunjukkan rapuhnya koordinasi lini belakang Serdadu Tridatu.
 
Bali United baru mampu mencetak gol hiburan di menit ke-88 melalui sepakan keras Jordy Bruijn. 
 
Namun gol tersebut tak lebih dari penunda peluit akhir atas kekalahan menyakitkan di kandang sendiri.
 
Hasil ini menjadi alarm serius bagi Bali United. Bukan hanya soal hasil, tetapi juga penurunan performa kolektif yang terlihat jelas di lapangan.
 
Rahmat Arjuna pun berharap kekalahan ini menjadi titik balik.
 
Ia menegaskan seluruh pemain harus segera berbenah, bekerja lebih keras.
 
"Harus bangkit di laga-laga berikutnya demi mengembalikan kepercayaan suporter yang tak pernah berhenti memberi dukungan," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#persebaya #Stadion Kapten Dipta #BRI Super League #suporter #bola #bali united