Dulu Harumkan Nama Bangsa, Kini Pino Bahari Terbaring Sakit karena Kecelakaan
Andre Sulla• Selasa, 28 April 2026 | 07:07 WIB
Legenda tinju nasional, Pino Jeffta Udayana Bahari alias Pino Bahari, 53, (kanan) menjalani masa pemulihan. Ia masih harus beristirahat total dan menggunakan kursi roda akibat patah tulang yang dideritanya. (Foto Andre Sulla)
Radarbadung.jawapos.com– Legenda tinju tanah air, Pino Jeffta Udayana Bahari atau yang lebih dikenal sebagai Pino Bahari, 53, mengalami musibah.
Peraih medali emas Asian Games 1990 ini harus berjuang memulihkan diri setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang cukup serius di Jalan Bypass Ngurah Rai, tepatnya di area median Embung Sanur, Denpasar Selatan, pada Senin (13/4) lalu.
Merespons kondisi tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, menyempatkan diri menjenguk sang juara yang sedang dirawat di Mega Boutique Hotel, Bypass Ngurah Rai, pada Selasa (27/4).
Kunjungan ini bukan hanya sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk keprihatinan atas nasib mantan atlet yang kini tengah tertimpa musibah.
Kecelakaan yang menimpa Pino terjadi sekitar pukul 16.11 WITA. Saat mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX, ia menabrak kendaraan lain yang diduga berputar arah secara mendadak.
Benturan keras menyebabkan Pino mengalami patah tulang rusuk dan patah pada pergelangan kaki kiri.
Setelah sempat dirawat intensif di RSUD Bali Mandara dan menjalani operasi, kondisi Pino kini mulai membaik namun masih sangat terbatas.
“Sekarang mulai recovery, masih bed rest dan sesekali duduk di kursi roda,” ujar Pino saat ditemui.
Proses penyembuhannya masih panjang, harus rutin kontrol medis dan fisioterapi hingga benar-benar pulih.
Di balik perjuangannya sembuh, kunjungan ini juga mengungkap realita pahit yang dialami banyak mantan atlet.
Pino Bahari, yang dulu pernah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, kini diketahui bekerja sebagai pengemudi ojek daring untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Ida Bagus Yoga. Ia menegaskan bahwa sosok seperti Pino tidak boleh dilupakan.
“Beliau adalah atlet nasional yang telah berprestasi luar biasa. Jangan sampai setelah masa kejayaan berlalu, justru terlupakan dan kesulitan,” tegas Yoga.
Pino sendiri pun menyuarakan harapannya agar pemerintah segera membuat regulasi khusus terkait kesejahteraan atlet.
Ia menilai, pengorbanan masa muda dan tenaga untuk prestasi harus diimbangi dengan jaminan masa depan yang layak, termasuk dana pensiun.
“Kami berharap ada aturan yang menjamin masa depan atlet sesuai capaian prestasi. Karena setelah pensiun, kami kehilangan masa produktif yang tidak bisa kembali,” ungkapnya dengan nada tegas.
Menanggapi hal tersebut, Ida Bagus Yoga mengaku telah berkoordinasi dengan Anggota DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, untuk mendorong perhatian lebih dari pemerintah pusat.
Di harap, kasus Pino ini menjadi alarm agar sistem perlindungan bagi atlet, baik yang masih aktif maupun sudah pensiun, segera diperkuat.***