Radarbadung.jawapos.com– Madura United sukses membungkam perlawanan Bali United dengan skor telak 2-0 dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026.
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Selasa (5/5) sore itu berjalan panas dan penuh dinamika, bahkan keputusan Video Assistant Referee (VAR) menjadi sorotan utama sepanjang pertandingan.
Kemenangan ini membawa Laskar Sape Kerrab naik ke posisi ke-14 klasemen sementara dengan raihan 32 poin dari 31 pertandingan yang telah dijalani.
Sejak menit awal, kedua tim bermain dengan tempo tinggi.
Namun, Madura United tampil lebih efektif dalam memanfaatkan setiap peluang serangan.
Baru berjalan lima menit, tuan rumah sudah membuka keunggulan lewat aksi Iran Junior.
Striker tersebut melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti usai menerima umpan matang dari Sandro, yang langsung bersarang ke gawang yang dijaga Mike Hauptmeijer.
Tertinggal lebih dulu, Bali United langsung meningkatkan intensitas serangan.
Berbagai peluang tercipta, terutama dari situasi bola mati, namun pertahanan Madura United yang tampil solid berhasil menggagalkan setiap upaya penyamaan skor.
Sebaliknya, tuan rumah nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-21.
Sayangnya, tembakan Junior Brandão yang berada dalam posisi bebas justru melenceng jauh dari sasaran.
Pada menit ke-33, bola berhasil masuk ke gawang Bali United lewat kaki Kerim Palic, namun gol tersebut dianulir wasit setelah melalui pengecekan VAR karena terindikasi pemain berada dalam posisi offside.
Hingga babak pertama berakhir, skor tetap bertahan 1-0 untuk Madura United.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan kian memanas.
Madura United kembali mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-53, setelah Taufany Muslihuddin dilanggar lawan di area terlarang.
Namun, eksekusi Junior Brandão masih bisa ditepis dengan gemilang oleh kiper Bali United, Mike Hauptmeijer.
Drama VAR kembali terjadi di pertengahan babak kedua.
Wasit sempat menghentikan laga untuk meninjau rekaman dugaan pelanggaran handball yang melibatkan pemain kedua tim.
Setelah pengecekan, wasit memutuskan kembali memberikan hadiah penalti untuk Madura United.
Keputusan ini sempat memicu protes keras dari pemain dan ofisial Bali United, namun keputusan tetap tidak berubah.
Kali ini Junior Brandão tidak menyia-nyiakan kesempatan.
Pada menit ke-75, ia sukses mengeksekusi titik putih dengan sempurna, mengubah kedudukan menjadi 2-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Di sisa waktu pertandingan, Bali United berusaha keras bangkit dan mengejar ketertinggalan.
Namun barisan pertahanan Madura United yang tampil sangat kompak membuat setiap serangan tamu gagal berbuah gol.
Skor 2-0 pun bertahan hingga bunyi peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengaku sangat kecewa dengan performa anak asuhnya.
Menurutnya, timnya sebenarnya memiliki kualitas bermain yang lebih baik, namun terkendali masalah mental di lapangan.
“Selamat untuk Madura United yang meraih tiga poin hari ini. Kami sangat kecewa dengan penampilan tim. Secara kualitas dan teknik kami mampu bermain lebih baik, namun faktor mental menjadi kendala utama. Ke depan kami akan menghadapi tim-tim besar, jadi persiapan harus lebih matang lagi,” tegasnya.***