Radarbadung.jawapos.com– Langkah Bali United untuk finis di lima besar klasemen BRI Super League 2025/2026 harus terhambat.
Bertandang ke markas Madura United di Stadion Gelora Bangkalan, Selasa (5/5), Serdadu Tridatu takluk dengan skor telak 0-2.
Hasil ini sekaligus memutus tren positif tim yang sebelumnya sukses mengemas tiga kemenangan beruntun.
Dua gol kemenangan tuan rumah yang dijuluki Laskar Sape Kerrab dicetak oleh Iran Junior dan Brandao Junior.
Sepanjang laga, kedua tim memang tampil agresif, namun Bali United dinilai kurang efektif dalam menyelesaikan peluang.
Sebaliknya, Madura United tampil lebih tajam dalam memanfaatkan celah di lini pertahanan tim tamu.
Pelatih Bali United, Coach Johnny, mengakui kekalahan ini membuat jalan menuju target lima besar semakin sulit.
Meski begitu, ia menegaskan skuadnya belum akan menyerah sebelum kompetisi benar-benar berakhir.
“Target kami tetap di posisi lima besar. Kekalahan ini memang membuat situasi jadi lebih berat. Tapi kami harus tetap fokus dan wajib bangkit meraih kemenangan di laga-laga berikutnya,” ujar Johnny.
Hasil ini membuat Bali United masih tertahan di posisi kedelapan klasemen dengan koleksi 45 poin, rekapitulasi dari 12 kemenangan, 9 imbang, dan 10 kali kalah.
Secara matematis, peluang masih terbuka, namun Ricky Fajrin dan rekan-rekannya kini tak punya pilihan lain selain menang telak di tiga sisa laga. Targetnya, meraih sembilan poin penuh.
Jadwal selanjutnya tak kalah berat. Pada pekan ke-32, mereka akan menjamu Borneo FC Samarinda di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada 11 Mei mendatang.
Laga kandang berlanjut melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC (17/5), sebelum menutup musim dengan laga tandang ke markas Dewa United Banten (22/5).
Tantangan semakin nyata karena ketiga lawan tersebut saat ini berada di peringkat atas Bali United.
Jika mampu meraih poin sempurna, Bali United berpotensi mengakhiri musim dengan 54 poin dan bersaing di posisi keempat.
Namun, skenario ini baru akan terwujud jika para pesaing utama seperti Malut United, Persebaya Surabaya, Dewa United, dan Bhayangkara terpeleset.
Kini, nasib Serdadu Tridatu benar-benar berada di ujung tanduk. Mampukah mereka membalikkan keadaan dan menutup musim dengan hasil manis?***
Editor : Donny Tabelak