Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Lolos Lisensi Domestik, Bali United Masih Punya Pekerjaan Rumah untuk Level Asia

Andre Sulla • Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:43 WIB
Perwakilan I.League berpose usai memaparkan hasil Club Licensing Cycle 2025/2026 dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5). Sebagian besar klub BRI Super League, termasuk Bali United FC, dinyatakan lolos. (Istimewa)
Perwakilan I.League berpose usai memaparkan hasil Club Licensing Cycle 2025/2026 dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5). Sebagian besar klub BRI Super League, termasuk Bali United FC, dinyatakan lolos. (Istimewa)
 
Radarbadung.jawapos.com– Bali United FC dipastikan tetap menjadi bagian dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim depan setelah resmi dinyatakan lolos dalam proses verifikasi Club Licensing Cycle 2025/2026.
 
Kendati sudah memenuhi syarat untuk berlaga di BRI Super League, tim kebanggaan masyarakat Bali ini masih memiliki pekerjaan rumah besar, karena hanya mengantongi status granted with sanctions atau lolos dengan catatan perbaikan untuk kompetisi level Asia.
 
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5).
 
Penilaian lisensi ini menjadi tolok ukur utama profesionalisme klub serta syarat mutlak untuk bisa tampil di kompetisi domestik maupun ajang antarbawah naungan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
 
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap 18 klub peserta BRI Super League musim ini, sebanyak 17 klub dinyatakan lolos dengan status penuh.
 
Satu-satunya klub yang gagal memenuhi standar lisensi adalah PSBS Biak.
 
"Dari 18 klub yang menjalani proses lisensi, ada 17 klub yang mendapatkan status granted atau lolos penuh untuk Super League. Satu klub yang tidak memenuhi syarat adalah PSBS Biak," tegas Asep Saputra dalam keterangan resminya.
 
Dalam penilaian lisensi tersebut, setiap klub dievaluasi secara ketat melalui lima aspek utama penilaian, yakni bidang olahraga, infrastruktur, administrasi dan sumber daya manusia, aspek hukum, serta kesehatan keuangan klub.
 
Bagi Bali United, hasil ini memastikan kelanjutan tim di kompetisi dalam negeri.
 
Namun, status lolos dengan sanksi atau syarat tambahan yang diterima pada kategori lisensi AFC Champions League 2 menjadi catatan merah yang wajib ditindaklanjuti manajemen.
 
Status serupa juga diterima oleh beberapa klub lain seperti Arema FC, Madura United FC, dan Persis Solo.
 
Artinya, klub-klub tersebut boleh berlaga di Asia jika lolos secara prestasi, namun wajib segera memenuhi sejumlah perbaikan dan syarat tambahan sesuai regulasi AFC.
 
Sementara itu, ada delapan klub yang berhasil meraih lisensi penuh tanpa catatan apapun untuk tampil di AFC Champions League 2, di antaranya adalah Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Borneo FC Samarinda.
 
Proses verifikasi ini juga menyasar klub dari kasta kedua atau Championship.
 
Sejumlah tim seperti PSS Sleman, Persipura Jayapura, dan PSMS Medan telah mengantongi lisensi Super League lebih dulu.
 
Lisensi ini berfungsi sebagai "tiket cadangan", di mana jika klub-klub tersebut berhasil promosi lewat jalur prestasi musim ini, mereka sudah siap secara administrasi.
 
Asep mengingatkan, kepemilikan lisensi yang sesuai adalah syarat mutlak.
 
Tanpa dokumen dan pemenuhan standar yang lengkap, sebuah klub berpotensi gagal promosi atau tidak diizinkan naik kasta, meski secara prestasi berada di posisi teratas.
 
Ia juga memberikan peringatan tegas kepada klub-klub yang masih melengkapi berkas.
 
Batas waktu pemenuhan syarat adalah 22 Mei mendatang.
 
Klub yang belum memenuhi kriteria hingga tenggat waktu tersebut berisiko menjalani kompetisi dengan sanksi pengurangan poin.
 
Bagi Bali United, hasil lisensi ini menjadi sinyal peringatan sekaligus motivasi tambahan.
 
Di tengah performa tim yang masih naik turun di papan tengah klasemen, pembenahan di level manajemen, administrasi, dan infrastruktur menjadi krusial.
 
Langkah ini mutlak diperlukan agar Serdadu Tridatu dapat kembali bersaing di level tertinggi, baik di kancah nasional maupun di panggung Asia dengan standar yang sempurna.***
Editor : Donny Tabelak
#persib bandung #bali united #Super League #persija jakarta