Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Pencarian Korban Banjir Bali Dihentikan, Pemantauan Tetap Berlanjut

Andre Sulla • Jumat, 19 September 2025 | 23:37 WIB

 

Tim sar menyisir sejumlah titik pencarian korban dari bencana banjir Bali pada hari terakhir, Kamis 18 September 2025 kemarin.
Tim sar menyisir sejumlah titik pencarian korban dari bencana banjir Bali pada hari terakhir, Kamis 18 September 2025 kemarin.
 
 
Radarbadung.jawapos.com- Setelah sepekan melakukan pencarian intensif, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar resmi menghentikan operasi SAR terhadap korban banjir di Bali.
 
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Kepala Basarnas Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.H., selaku SAR Mission Coordinator, Kamis 18 September 2025.
 
“Ya, operasi pencarian dihentikan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan,” ujarnya.
 
Untuk diketahui, data terakhir mencatat, bencana banjir yang melanda Bali telah merenggut 18 korban jiwa.
 
Sementara itu, masih ada empat orang yang belum ditemukan hingga berakhirnya masa pencarian. 
 
Sidakarya menjelaskan, Tim SAR Gabungan telah mengerahkan berbagai upaya sejak hari pertama bencana, termasuk penyisiran sungai hingga penggunaan perahu karet.
 
Namun, setelah tujuh hari pencarian intensif di wilayah Badung dan sekitarnya, tanda keberadaan korban belum juga ditemukan.
 
Setelah dievaluasi, tidak ada indikasi korban ditemukan. Maka mulai kemarin, upaya pencarian dengan pengerahan penuh unsur SAR dan alutsista resmi dihentikan.
 
Meski demikian, Basarnas memastikan pemantauan tetap dilakukan dengan pola berbeda.
 
Pemantauan di titik-titik rawan, khususnya di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, akan diteruskan dengan melibatkan unsur SAR di lapangan.
 
Bencana banjir kali ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga kerugian besar bagi masyarakat Bali.
 
Mulai dari rusaknya infrastruktur, hilangnya tempat tinggal, kerugian materi, hingga dampak psikologis bagi warga terdampak. Pihak Basarnas menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.
 
"Terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bekerja keras tanpa lelah demi kemanusiaan,” tutup Sidakarya.***
PANAS: Massa membakar sofa sebagai simbol kekecewaan di Kantor Bupati Pamekasan Kamis (18/9). (FAHMI JALIL/JPRM)
PANAS: Massa membakar sofa sebagai simbol kekecewaan di Kantor Bupati Pamekasan Kamis (18/9). (FAHMI JALIL/JPRM)
Editor : Donny Tabelak
#basarnas #banjir bali #pencarian dihentikan #badung