Saran pria yang akrab disapa Cok Ace ini, kembali lagi pada status, kalau tanah negara beri ruang lebih luas ke masyarakat.
”Belum bisa mengomentari, berikan ruang masyarakat juga andaikan milik perorangan,” terang Mantan Wagub Bali.
Harapannya, tidak ada warga yang mati karena tidak dapat jalan keluar. Sehingga ia meminta ada solusi supaya tidak berlarut-larut. ”Di Bali tidak ada karang empet semoga ada solusi,” tuturnya.
Di lain sisi, soal akses jalan warga yang ditembok beton oleh manajemen Garuda Wisnu Kencana (GWK), menurut Gubernur Bali Wayan Koster ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan formal, melainkan harus dengan cara kultural yang mengedepankan harmoni dengan masyarakat.
Koster mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah tokoh masyarakat Ungasan, termasuk Wayan Disel Astawa yang juga Wakil Ketua DPRD Bali, serta anggota DPRD Badung, Wayan Sugita Putra.
Menurutnya, jalan yang dipermasalahkan memang sejak lama menjadi akses warga, meskipun kini berada di atas lahan yang telah dijual ke GWK.
Jika manajemen GWK kaku dengan cara-cara yang bersifat formal, Koster yakin masyarakat dan manajemen akan terus berbenturan. Masyarakat jangan dijadikan musuh.
”Jangan dijadikan lawan, jangan dijadikan orang yang mengganggu. Tata dia supaya menjadi baik. Kalau bermusuhan dengan masyarakat itu nggak kondusif, selamanya akan bermasalah. Jadi harus bijak,” tegasnya.***
Talkshow membahas Haji Khusus oleh Alisha Rafina yang hadirkan pejabat Kementerian Agama RI Editor : Donny Tabelak