Radarbadung.id- Suasana Jalan Raya Kapal, Kecamatan Mengwi, tampak semarak dengan deretan penjor berukuran besar yang menghiasi ruas jalan di depan Pura Desa Adat Kapal, Kamis (2/10/2025).
Untuk pertama kalinya, para pemuda Desa Adat Kapal menggelar lomba penjor sebagai bagian dari rangkaian menyambut tradisi Aci Tabuh Rah Pengangon yang jatuh pada Purnama Kapat, Senin (6/10/2025) mendatang.
Sebanyak 15 dari total 18 banjar ikut berpartisipasi dalam lomba perdana ini. Ketua Sabha Yowana Palwa Negara Desa Adat Kapal, Made Yudi Dwipayana, mengungkapkan bahwa ide mengadakan lomba penjor lahir dari kesadaran akan potensi desa, yang sejak lama dikenal sebagai daerah penghasil janur untuk penjor.
Baca Juga: Lagi, Dinas Kesehatan Temukan 136 Kasus HIV Baru di Gianyar Bali
”Cerita dari mulut ke mulut, janur untuk penjor itu awalnya berasal dari Kapal. Saya berpikir, kenapa di daerah lain bisa membuat lomba penjor yang besar, sedangkan kita di Kapal sebagai sumber janur tidak mengadakan event serupa? Akhirnya kami menyatukan tujuan untuk mewujudkan acara ini,” ujar Yudi.
Ia menambahkan, lomba penjor digagas untuk melibatkan generasi muda agar tetap berkarya, berkreasi, sekaligus mempererat kebersamaan antar sekaa teruna.
”Tujuannya merangkul anak-anak muda agar tetap bisa berkreativitas dan menjaga kekompakan,” imbuhnya.
Baca Juga: Polemik Istilah ‘Gratis’ di Program MBG, Anggota DPR Kritisi karena Mengandung Konotasi Negatif
Adapun penilaian lomba mencakup ide garapan, proporsi penjor, tetuwesan (hiasan tradisional), kerapian, dan kebersihan. Meski tanpa bobot nilai khusus, seluruh aspek dinilai sebagai satu kesatuan.
Dari sisi pendanaan, Desa Adat Kapal memberikan dukungan berupa uang motivasi Rp2 juta untuk setiap peserta.
Selebihnya, biaya pembuatan penjor ditanggung secara swadaya. Berdasarkan hasil sosialisasi, rata-rata pembuatan penjor memerlukan dana Rp12–20 juta.
Baca Juga: Sudah Terima SK tapi Gaji Belum Turun? Ini Penjelasan Lengkapnya untuk PPPK
Pemenang lomba akan memperoleh trofi, piagam penghargaan, serta uang tunai, termasuk piala bergilir untuk juara utama. Yudi berharap lomba penjor dapat terus berlanjut setiap kali digelar tradisi Aci Tabuh Rah Pengangon. ”Astungkara, rencana kami lomba ini bisa menjadi agenda rutin di Desa Adat Kapal,” pungkasnya. ***