Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Mahalnya Harga Tiket Pesawat, Pengusaha Pariwisata Bali Mengeluh

Marsellus Nabunome Pampur • Senin, 20 April 2026 | 16:09 WIB
Padamnya listrik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (10/10) malam ternyata berdampak cukup signifikan bagi lalulintas penerbangan  domestik dan internasional.
Harga tiket ke Bali melambung tinggi membuat pengusaha mengeluh. Tampak pesawat tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. (Foto dok Radarbadung.jawapos.com)
 
Radarbadung.jawapos.com- Para pelaku pariwisata di Bali kini menghadapi berbagai tantangan yang mengancam kelangsungan usaha mereka.
 
Beberapa peristiwa yang terjadi sebelumnya, seperti banjir, terbukti memberikan dampak negatif terhadap kunjungan wisatawan ke Bali.
 
Kini, perhatian publik kembali tertuju pada Bali karena sejumlah isu, termasuk masalah sampah, yang dikhawatirkan semakin memperburuk kondisi pariwisata.
 
Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Bali, I Gusti Putu Ayu Sumarni, menyampaikan kekhawatiran tersebut saat menghadiri kegiatan temu bisnis, kolaborasi, dan silaturahmi antar pelaku pariwisata lintas bidang di Kuta, Badung, Selasa lalu (14/4).
 
“Bali sedang sangat disorot, dan saya sebagai agen perjalanan sangat merasakan dampaknya. Sejak banjir tahun lalu, kami teman-teman travel agent benar-benar merasakan penurunan kunjungan,” ujar Sumarni kepada media.
 
Selain persoalan banjir dan isu sampah, kenaikan harga tiket pesawat juga menjadi beban baru yang mengkhawatirkan para pelaku pariwisata. 
 
Ketua Umum ASPPI, Azwi Awi, menerangkan bahwa kenaikan harga tiket disebabkan oleh melonjaknya harga avtur.
 
Ia berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi konkret terkait masalah ini.
 
“Dulu Menko Airlangga pernah berjanji akan menghapus atau meringankan beberapa pajak agar harga tiket pesawat tetap terjangkau. Itu yang kami nantikan sekarang. Jika pajak sudah dihapus, kemungkinan harga tiket bisa lebih terjangkau,” katanya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali, AA Made Anggia Widana, menyatakan bahwa pemerintah provinsi telah mengambil langkah strategis untuk mengatasi berbagai persoalan, termasuk persoalan sampah yang kini menjadi perhatian serius.
 
“Kami bahkan melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat. Kami juga fokus agar tidak ada travel warning bagi wisatawan Korea Selatan ke Bali,” ujarnya.
 
Acara temu bisnis dan kolaborasi yang dikenal sebagai AJEG ASPPI ini merupakan gelaran ketujuh sejak 2010.
 
Lebih dari 90 buyer dan 30 seller dari berbagai daerah serta perwakilan DPD ASPPI di Indonesia turut serta dalam Ajeg7, yang melibatkan beragam produk pariwisata seperti travel agent, tour operator, akomodasi, transportasi, restoran, tempat rekreasi, cruise, phinisi, petualangan serta aktivitas indoor dan outdoor lainnya.***
Editor : Donny Tabelak
#sampah #harga tiket naik #bandara ngurah rai #pesawat #pariwisata