Radarbadung.jawapos.com– Selebritas, DJ, sekaligus model Gebby Vesta menjadi sorotan publik setelah membagikan rekaman video dugaan pemerasan yang dialami seorang wisatawan asing oleh sopir taksi di kawasan Kuta Utara, Badung.
Peristiwa yang berujung pada adu mulut itu terjadi pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 03.00 WITA.
Kepada Radarbadung.jawapos.com, Gebby menceritakan kronologi kejadian.
Awalnya, ia dan temannya yang merupakan warga negara asing baru saja meninggalkan tempat hiburan malam Miss Fish Bali di Jalan Raya Semat, Tibubeneng.
Mereka sempat memesan layanan transportasi daring dengan perkiraan tarif sekitar Rp78 ribu menuju vila di kawasan Kuta.
Namun, seorang sopir taksi menawarkan jasa perjalanan.
Karena merasa iba mendengar sopir tersebut mengaku belum mendapatkan penumpang, mereka membatalkan pesanan dan sepakat menggunakan jasanya dengan kesepakatan tarif Rp300 ribu.
“Kami kasihan karena dia bilang belum dapat penumpang. Padahal tarif daringnya hanya sekitar Rp78 ribu, tapi kami tetap setuju bayar Rp300 ribu,” ujar Gebby saat dikonfirmasi, Selasa (2/6).
Masalah mulai muncul ketika rekannya hendak mengambil uang tunai di mesin ATM.
Menurut Gebby, sopir tersebut justru ikut masuk ke area mesin ATM dan terus mengikuti wisatawan itu, sikap yang dianggap mencurigakan dan tidak wajar di mata temannya.
Situasi semakin memanas ketika wisatawan asing itu menyadari kartu ATMnya tertinggal di mesin dan berencana memindahkan dana ke rekening Gebby agar dapat dicairkan.
Percakapan itu rupanya terdengar oleh sopir taksi tersebut.
Setelah mengetahui rencana transfer dana, sopir itu pun berubah sikap dan mulai meminta tambahan uang di luar kesepakatan awal.
“Dia langsung bilang, Bro, give me more, two hundred more. Padahal sebelumnya sudah disepakati Rp300 ribu. Saya langsung menegur karena permintaannya tidak masuk akal,” ungkap Gebby.
Ketegangan berlanjut saat mereka berhenti di sebuah minimarket.
Sopir itu kembali mendesak meminta tambahan Rp200 ribu, sehingga total yang diminta mencapai Rp500 ribu.
Ia pun tetap mengikuti wisatawan asing itu masuk ke dalam toko, hingga membuat korban merasa tertekan dan sempat curiga Gebby bekerja sama dengan sopir tersebut karena keduanya berbicara dalam bahasa Indonesia.
Merasa tidak ada jalan damai, Gebby kemudian merekam seluruh peristiwa tersebut.
Baru setelah mengetahui aksinya terekam dan akan dilaporkan ke pengelola tempat mangkalnya, sopir itu akhirnya pergi meninggalkan lokasi.
Meskipun belum membuat laporan resmi, Gebby menyatakan telah dihubungi oleh pihak Polsek Kuta.
Ia telah menyerahkan rekaman video asli beserta keterangan lengkap untuk keperluan penyelidikan.
“Semua data sudah saya kirimkan. Saya berharap ada tindakan tegas, karena ternyata banyak orang yang juga mengalami hal serupa namun takut bicara. Hal ini penting agar citra pariwisata Bali tidak rusak,” pungkasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, hanya menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.***
Editor : Donny Tabelak