Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Vila di Nusa Dua Dijebol Belasan Orang, Warga Rusia Ngaku Sudah Bayar Rp1,9 Miliar, Tinggalkan Trauma Mendalam

Andre Sulla • Jumat, 12 Juni 2026 | 13:23 WIB
Insiden dugaan pengrusakan gerbang dan pintu villa oleh sekelompok orang di Bila Nusa Dua. (Istimewa)
Insiden dugaan pengrusakan gerbang dan pintu villa oleh sekelompok orang di Vila, Nusa Dua. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com— Ketenangan kawasan elit Nusa Dua Highland, Benoa, Kuta Selatan, mendadak terganggu saat belasan orang melakukan aksi yang diduga berupa pengosongan secara paksa di Villa Dom pada Rabu (10/6) sekitar pukul 10.30 Wita.

Aksi itu dilakukan dengan menjebol gerbang utama dan merusak sejumlah bagian bangunan, hingga membuat sekeluarga penghuni yang berasal dari Rusia mengalami ketakutan dan trauma.
 
Penghuni villa tersebut adalah warga negara Rusia berinisial ED, 47.

Ia mengaku telah mengeluarkan dana sebesar Rp1.950.900.000 untuk menempati tempat itu.

Namun, perselisihan dengan pihak yang mengaku sebagai pemilik properti berujung pada insiden yang dianggapnya penuh unsur intimidasi dan pengrusakan.
 
Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian ini. Kasus kini ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan.
 
“Laporan sudah kami terima dan masih dalam proses penyelidikan. Semua pihak yang terlibat akan dimintai keterangan secara mendalam untuk memastikan duduk permasalahannya, apakah murni sengketa perdata atau terdapat unsur pidana seperti pengrusakan dan intimidasi,” ujarnya, Jumat (12/6).
 
Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, suasana semula tampak tenang hingga terdengar peringatan dari salah satu penghuni untuk mengamankan anjing peliharaan.

Tak lama kemudian, sekelompok pria tiba dan langsung mendobrak gerbang utama hingga rusak parah.

Sebagian orang yang mengenakan pakaian tertutup dan masker kemudian masuk ke halaman, merobohkan pagar kayu di depan villa, dan mendesak masuk lebih jauh.
 
Di dalam rumah, suasana berubah panik. Penghuni bergegas mengunci pintu, mempertanyakan dasar hukum tindakan kelompok tersebut, dan meminta bukti kepemilikan atau izin resmi pengosongan.

Suara tangisan histeris salah satu perempuan juga terdengar jelas, menggambarkan ketakutan yang mendalam akibat peristiwa yang terjadi di siang bolong itu.
 
Dari keterangan yang dihimpun, perselisihan diduga bermula dari masalah pembayaran.

ED menyatakan telah melunasi sebagian besar biaya untuk menempati villa tersebut, namun pihak yang mengaku pemilik meminta agar ia segera mengosongkan tempat tersebut.

Karena permintaan itu ditolak, datanglah kelompok orang yang diduga dipimpin dua orang berinisial YAG dan JPVH untuk melakukan pengosongan secara sepihak.
 
Saat itu juga laporan disampaikan melalui layanan darurat 110. Petugas kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 11.46 Wita untuk mengamankan keadaan dan melakukan pemeriksaan tempat kejadian.

Selain gerbang utama yang rusak, satu daun pintu gebyok khas Bali juga ikut mengalami kerusakan.
 
Pihak kepolisian memastikan situasi kini sudah kembali kondusif dan kasus akan ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku.***

Editor : Donny Tabelak
#vila dirusak #pengerusakan vila #polresta denpasar #Nusa Dua #wna rusia