Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Usai Kasus Dua Bocah Hilang, Muncul Lagi Laporan Mayat Mengapung di Pantai Kuta

Andre Sulla • Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01 WIB
Petugas Balawista bersama anggota Sat Polairud Polresta Denpasar melakukan penyisiran di perairan Pantai Kuta setelah menerima laporan adanya jasad mengapung. (Foto Adrian Suwanto)
Petugas Balawista bersama anggota Sat Polairud Polresta Denpasar melakukan penyisiran di perairan Pantai Kuta setelah menerima laporan adanya jasad mengapung. (Foto Adrian Suwanto)

Radarbadung.jawapos.com– Pantai Kuta, Badung, kembali menjadi sorotan usai muncul laporan adanya sesosok mayat yang terlihat mengapung di sekitar batu pemecah gelombang.

Namun setelah dilakukan pencarian secara intensif, jasad yang dimaksud belum berhasil ditemukan.

Kejadian ini terjadi pada Rabu pagi (17/6) sekitar pukul 07.30 WITA.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan laporan tersebut.

Menurutnya, informasi pertama kali diterima dari dua orang warga yang mengaku melihat jenazah mengapung, dan peristiwa itu bahkan terekam dalam rekaman video.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari petugas Balawista dan Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polresta Denpasar segera bergerak ke lokasi.

Sebagian petugas menyisir area perairan menggunakan jet ski, sementara yang lain berjaga dan memantau dari darat.

Pencarian dilakukan di sebelah barat batu pemecah gelombang, tepatnya di depan Patung Shelter Baruna, selama sekitar satu jam 30 menit.

Meski jasad belum ditemukan, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik orang hilang di atas batu pemecah ombak, yaitu sepasang sandal, kacamata, topi hitam, dan jas hujan berwarna biru.

Seluruh barang bukti itu diamankan ke pos jaga untuk keperluan penyelidikan.

Kondisi air laut yang sedang pasang diperkirakan menjadi salah satu penyebab sulitnya menemukan jasad.

Polisi masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan penyebab kejadian dan identitas korban yang diduga tenggelam tersebut.

Kejadian ini mengingatkan kembali pada kasus sebelumnya, di mana dua anak bernama Airlangga Andrianto, 13 tahun, dan Noval Aditya Saputra, 8 tahun, dilaporkan terseret arus dan hilang di perairan yang sama.

Setelah melakukan operasi pencarian selama tujuh hari penuh dengan mengerahkan berbagai unsur mulai dari tim darat, perahu karet, hingga pengawasan udara menggunakan helikopter, tim SAR gabungan akhirnya menghentikan pencarian resmi karena tidak ditemukan jejak kedua bocah itu.

Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Denpasar, Juni Antara, menjelaskan bahwa penghentian operasi resmi bukan berarti pengawasan dihentikan sepenuhnya.

Koordinasi tetap dilakukan dengan nelayan dan warga sekitar pantai, dan operasi akan dibuka kembali jika ada laporan atau petunjuk baru.

“Kami tetap mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan barang atau benda yang diduga berkaitan dengan korban hilang, agar proses evakuasi bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Tragedi ini kembali menjadi pengingat bahwa keindahan Pantai Kuta juga menyimpan bahaya tersembunyi.

Pengunjung diimbau tetap waspada, tidak bermain terlalu jauh ke tengah air, dan selalu mematuhi himbauan keselamatan dari petugas di lokasi.***

Editor : Donny Tabelak
#polresta denpasar #penemuan mayat #mayat mengapung #pantai kuta #nelayan