Radarbadung.jawapos.com– Tiga buruh proyek nyaris terancam bahaya setelah terjebak air pasang di bawah tebing kawasan Pura Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung.
Kejadian berlangsung pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 20.00 Wita.
Dua di antaranya harus bertahan semalaman di atas karang sebelum akhirnya diselamatkan tim SAR gabungan pada Minggu (28/6) sekitar pukul 06.00 Wita.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara, menyebut ketiga korban bernama Rendi (20), Mansur (47), dan Tarmuji (50). Mereka adalah pekerja proyek yang saat kejadian sedang berjalan menyusuri bibir pantai dari kawasan Pantai Nyang-Nyang menuju arah utara.
Namun, sesampainya di bawah tebing Uluwatu, air laut tiba-tiba pasang dan mengepung lokasi. Dalam kondisi panik, ketiganya segera naik ke atas karang untuk menyelamatkan diri.
“Beruntung, satu korban yakni Mansur nekat berenang menembus ombak guna mencari pertolongan, dan usahanya berhasil,” ungkapnya, Minggu (28/6).
Mansur yang selamat langsung melaporkan peristiwa itu kepada petugas sekitar pukul 20.30 Wita. Begitu menerima laporan, tim penyelamat segera bergerak menuju lokasi.
“Kami langsung mengerahkan tim untuk melakukan pengecekan awal dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan,” jelasnya.
Sesampainya di tempat kejadian, tim mendapati medan yang sangat sulit.
Tebing setinggi sekitar 100 meter, kondisi gelap malam, serta jarak pandang yang terbatas membuat evakuasi tidak dapat dilakukan pada malam itu.
Setelah mengevaluasi risiko, diputuskan penyelamatan ditunda hingga keesokan paginya demi keselamatan semua pihak.
“Karena gelap dan medan berbahaya, kami putuskan evakuasi dilakukan pagi hari. Saat itu korban masih dalam posisi aman dan tetap bisa berkomunikasi,” terangnya.
Operasi dimulai sekitar pukul 06.30 Wita dengan menurunkan satu petugas penyelamat menggunakan teknik lowering untuk menjangkau korban.
Korban pertama, Tarmuji, berhasil diangkat ke atas menggunakan teknik lifting pada pukul 07.24 Wita.
Selang 24 menit kemudian, korban kedua, Rendi, juga berhasil dibawa naik dengan selamat sekitar pukul 07.48 Wita.
“Keduanya selamat dan kondisinya stabil. Setelah itu langsung dibawa ke Balai Desa Pecatu untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.
Operasi ini melibatkan unsur SAR gabungan dari Basarnas Bali, Bhabinkamtibmas Desa Pecatu, Linmas, Pecalang, rekan kerja korban, serta warga sekitar.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat maupun wisatawan agar lebih waspada saat beraktivitas di pesisir, terutama di jalur tebing dan pantai tersembunyi yang rawan terjebak air pasang,” pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak