Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Heboh! WNA Kanada Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Luka Tembakan

Andre Sulla • Jumat, 10 Juli 2026 | 14:36 WIB
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara di Villa Kunyit No. 78, Komplek El Tulip Springhill, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. (Istimewa)
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara di Villa Kunyit No. 78, Komplek El Tulip Springhill, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Warga Negara Asing (WNA) asal Kanada, Aaron James Kennedy (46), ditemukan meninggal dunia di dalam kamar Villa Kunyit No. 78, Komplek El Tulip Springhill, Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Senin (6/7/2026).

Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam vila yang terkunci dari dalam, sementara benda yang diduga senjata api tergeletak di dekat tubuhnya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian pria kelahiran 18 Januari 1980 tersebut.

Peristiwa pertama kali diketahui setelah istri korban, Zevania, menghubungi petugas keamanan kawasan Jimbaran Hijau sekitar pukul 13.42 Wita.

Ia meminta petugas memeriksa kondisi suaminya karena tidak dapat dihubungi melalui panggilan video, sementara pintu vila dalam keadaan terkunci dari dalam.

Petugas keamanan M. Rifqi Hamdani kemudian berkoordinasi dengan koordinator keamanan setempat, I Ngurah Kadek Mahendra Saputra.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 15.20 Wita, adik korban, Benjamin, bersama kerabat dekatnya, Miki, meminta bantuan untuk membuka paksa pintu vila.

Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan tergeletak di dalam ruangan dalam keadaan bersimbah darah.

Berdasarkan keterangan saksi, benda yang menyerupai senjata api ditemukan di sekitar tubuh korban.

Temuan tersebut segera dilaporkan ke pihak kepolisian.

Petugas yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan barang bukti, serta mengevakuasi jenazah korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan di dalam vila yang terkunci dari dalam.

Namun polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian karena masih menunggu hasil penyelidikan mendalam dan pemeriksaan forensik.

"Kami belum dapat memastikan, untuk menghindari kesalahan informasi, silakan konfirmasi ke pimpinan," ujar sumber di lingkungan Polsek Kuta Selatan saat dikonfirmasi Jumat (10/7/2026).

Berdasarkan dokumentasi di lokasi, Aaron tampak duduk bersandar pada sofa.

Darah terlihat mengalir dari area hidung dan mulut hingga membasahi leher, pakaian, serta permukaan sofa.

Ceceran darah juga ditemukan di lantai sekitar lokasi penemuan.

Polisi menegaskan seluruh kemungkinan penyebab kematian masih terus didalami.

"Hingga kini kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk mengungkap kronologi dan latar belakang peristiwa secara utuh," tambah sumber tersebut.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Agus Riwayanto Diputra, S.I.K., M.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Berdasarkan penyelidikan awal, diduga kuat korban mengakhiri hidupnya menggunakan senjata api yang ditemukan di lokasi sekitar pukul 14.30 Wita.

Diketahui pula sebelumnya korban berpesan kepada Benjamin agar menghubungi ibunya apabila terjadi sesuatu terhadap dirinya.

Benjamin juga mengungkapkan, saat tinggal di Jakarta, Aaron pernah beberapa kali mencoba mengakhiri hidup dengan menyayat pergelangan tangannya, hingga harus menjalani perawatan intensif selama sekitar tiga bulan di rumah sakit.

Selain itu, korban diduga memiliki riwayat gangguan kejiwaan berupa paranoid.

Meski demikian, polisi menegaskan seluruh informasi tersebut masih menjadi bagian dari proses pendalaman.

Sementara itu, tetangga korban, Nur Hayati Sari, mengaku tidak pernah mendengar suara keributan atau hal mencurigakan dari vila tersebut.

Selama tinggal di sekitar lokasi, saksi tidak pernah mendengar teriakan atau suara gaduh, meskipun sering terjaga hingga larut malam.

Proses olah TKP dipimpin langsung Kepala Laboratorium Forensik Polda Bali, serta dihadiri Direktur Intelkam Polda Bali, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, dan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang.

"Ya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian warga negara Kanada tersebut," pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#polresta denpasar #Kuta Selatan #WNA tewas #WNA Kanada