Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Nyaris Tewas, Turis Iran Jatuh dari Lantai Kaca yang Pecah di Villa Pecatu

Andre Sulla • Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:17 WIB

 

Petugas dan tenaga medis menangani wisatawan asal Iran, Mousa Esmaeilpour Karimi (44), yang mengalami luka serius setelah terjatuh akibat lantai kaca ItreCasi Villa di kawasan Pecatu, Kuta Selatan, Badung, pecah saat diinjak, Kamis (9/7/2026)kemarin. (Istimewa) 
Petugas dan tenaga medis menangani wisatawan asal Iran, Mousa Esmaeilpour Karimi (44), yang mengalami luka serius setelah terjatuh akibat lantai kaca ItreCasi Villa di kawasan Pecatu, Kuta Selatan, Badung, pecah saat diinjak, Kamis (9/7/2026)kemarin. (Istimewa) 

Radarbadung.jawapos.com– Liburan seorang wisatawan asal Iran berubah menjadi petaka.

Mousa Esmaeilpour Karimi (44), mengalami luka parah setelah lantai berbahan kaca di ItreCasi Villa, kawasan Pecatu, Kuta Selatan, Badung, mendadak pecah saat diinjak pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 03.00 Wita.

Korban terperosok jatuh dari ketinggian sekitar dua meter dan nyaris kehilangan nyawanya.
 
Insiden tersebut baru dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 20.30 Wita.

Akibat kejadian itu, korban menderita luka robek di kedua tangan, kaki kanan, perut bagian kanan, hingga pinggang akibat benturan dan hantaman pecahan kaca.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban bersama rekannya terlebih dahulu memastikan keamanan lantai kaca kepada pihak pengelola vila.

Manajemen vila bahkan disebut meyakinkan para tamu bahwa area tersebut aman dilalui, hingga sempat melakukan simulasi dengan berjalan di atas panel kaca bersama mereka.
 
"Setelah merasa yakin, korban kemudian mencoba berjalan di atas lantai tersebut," ungkap sumber di lingkungan Polsek Kuta Selatan, Sabtu (11/7/2026).

Namun saat melangkah, panel kaca mendadak pecah.

"Tubuh korban langsung terperosok ke bawah, sementara pecahan kaca menghantam sejumlah bagian tubuhnya hingga menyebabkan perdarahan hebat, nyaris tewas," tambahnya.
 
Rekan korban mengungkapkan, di lokasi tidak ditemukan papan peringatan, pembatas, maupun tanda larangan yang menunjukkan area tersebut berisiko atau tidak boleh digunakan tamu.

Padahal aktivitas di area itu terpantau melalui kamera pengawas milik vila.

"Tidak ada pemberitahuan maupun peringatan dari pihak vila terkait kondisi lantai kaca tersebut," jelas sumber tersebut.
 
Segera setelah kejadian, korban dievakuasi ke The Lotus Medical Clinic untuk penanganan darurat.

Karena luka yang cukup serius, ia kemudian dirujuk ke BIMC Hospital. Di rumah sakit, korban menjalani serangkaian pemeriksaan medis, mulai dari tes laboratorium hingga radiologi.

Tim dokter juga menjadwalkan tindakan operasi pembersihan luka serta perbaikan jaringan di bawah pembiusan total.
 
Merasa adanya unsur kelalaian dalam menjamin keselamatan tamu, korban berencana menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi.

Hingga saat ini, ia mengaku belum menerima bentuk kompensasi apa pun atas insiden yang dialaminya.

Sementara itu, aparat kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi dan mengarahkan korban untuk melapor ke Polresta Denpasar guna penyelidikan lebih mendalam.

"Polisi masih mendalami dugaan kelalaian pengelola vila dalam menjamin keamanan fasilitas bagi para tamu," tutup sumber.
 
Terpisah, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menyatakan belum menerima informasi resmi terkait kejadian tersebut.

Pihaknya berjanji akan menelusuri lebih lanjut.

"Saya akan kroscek dulu ke tim yang menangani. Jika memang sudah ada laporan, akan segera kami tindaklanjuti," pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#wna iran #itrecasi villa #polresta denpasar #Pecatu