Tanpa Keluar Masuk Terminal, Bandara Ngurah Rai Luncurkan Jembatan Transfer Internasional–Domestik

I Wayan Widyantara • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:14 WIB
(kiri ke kanan) Regional CEO Kantor Regional II PT Angkasa Pura Indonesia Wahyudi, General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati, saat menyambut penumpang perdana pengguna fasilitas jembatan transfer terminal.(Foto Bandara Ngurah Rai)

 
(kiri ke kanan) Regional CEO Kantor Regional II PT Angkasa Pura Indonesia Wahyudi, General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati, saat menyambut penumpang perdana pengguna fasilitas jembatan transfer terminal.(Foto Bandara Ngurah Rai)  

Radarbadung.jawapos.com — Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali resmi mengoperasikan Jembatan Penghubung Transfer Terminal Internasional–Domestik bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Fasilitas baru ini memangkas waktu perpindahan penumpang transfer secara drastis dan meningkatkan kenyamanan perjalanan.

Penumpang perdana adalah 16 orang penumpang Garuda Indonesia GA715 rute Sydney–Bali yang tiba pukul 14.40, lalu melanjutkan penerbangan domestik ke Cengkareng, Surabaya, dan Kulon Progo.

Sementara jalur sebaliknya — dari domestik ke internasional — mulai digunakan enam penumpang GA420 rute Cengkareng–Bali pada Senin malam.

General Manager Bandara Ngurah Rai, Nugroho Jati, menjelaskan penumpang yang sudah memiliki boarding pass penerbangan lanjutan tidak perlu keluar-masuk terminal maupun mengambil bagasi tercatat.

Bagasi akan diproses langsung oleh ground handling dan maskapai untuk diteruskan ke pesawat berikutnya.

Efisiensi waktu sangat signifikan:

- Intl → Domestik: dari rata-rata 90 menit → 15 menit

- Domestik → Intl: dari rata-rata 70 menit → puluhan menit

- Transfer bagasi: dari 120–150 menit → 45 menit

Jembatan transfer dilengkapi fasilitas pemeriksaan Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, dan security check point sehingga tetap memenuhi ketentuan keamanan tanpa perlu kembali ke area publik.

Tersedia juga eskalator dan lift untuk penumpang berkebutuhan khusus.

Ke depannya, pihak bandara menargetkan perluasan layanan secara bertahap agar dapat melayani lebih banyak maskapai.

"Kami berharap semakin banyak penumpang dapat menikmati kemudahan ini," ujar Nugroho.

Apresiasi disampaikan kepada maskapai, ground handling, Imigrasi, Bea Cukai, dan Karantina atas kolaborasi mewujudkan fasilitas tersebut.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
jembatan penghubung terminal internasional domestik bandara ngurah rai