Terpaksa Beralih ke Pertamax Hampir Rp6.000 Lebih Mahal
BADUNG, Radarbadung.jawapos.com— Kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite mulai dikeluhkan warga di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung.
Sejumlah masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar tersebut di tengah kebutuhan yang tetap tinggi.
Bahkan pada Selasa (25/8) pagi, stok Pertalite di salah satu SPBU wilayah Nusa Dua sudah habis sejak pukul 08.00 WITA.
"Jam delapan pagi sudah habis," ujar seorang petugas SPBU saat ditemui di lokasi.
Kondisi itu memaksa petugas mengarahkan konsumen beralih ke Pertamax — yang harganya jauh lebih tinggi.
Saat ini, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Pertamax Rp15.950 per liter — selisih hampir Rp6.000 per liter.
Harga Pertamax memang turun Rp300 per liter dibandingkan bulan Juli yang mencapai Rp16.250 per liter.
Namun jika dibandingkan sebelum kenaikan 10 Juni 2026, harganya masih jauh lebih tinggi — saat itu melonjak dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, atau naik sekitar 32,1 persen.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran warga. Banyak yang curiga kelangkaan Pertalite terjadi setelah harga Pertamax naik signifikan.
"Dari awal sudah curiga. Setelah Pertamax naik, lama-lama Pertalite pasokannya seperti dikurangi. Kalau Pertalite susah dicari, masyarakat mau tidak mau beli Pertamax," keluh salah seorang warga.
Menanggapi hal itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan pihaknya akan mengecek kondisi di lapangan.
"Coba kami cek ke tim di lapangan," ujarnya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung