Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satpol PP Dikritik Dewan karena Bekerja Tidak Profesional, Dibela Bupati

F
Penulis: Francelino Junior❯

 

Salah satu kegiatan turun ke lapangan yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Buleleng. OPD ini mendapat kritikan dari Fraksi Gerindra DPRD Buleleng, karena dianggap kurang profesional.
Salah satu kegiatan turun ke lapangan yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Buleleng. OPD ini mendapat kritikan dari Fraksi Gerindra DPRD Buleleng, karena dianggap kurang profesional.

Radarbadung.jawapos.com- Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kabupaten Buleleng dikritik para wakil rakyat.


Advertisement

Sebab organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Kabupaten Buleleng itu dinilai kurang profesional dalam bekerja.

Kritik ini disampaikan Fraksi Gerindra DPRD Buleleng dalam pandangan umum terhadap Ranperda tentang APBD 2026.

Menurut mereka, Satpol PP Buleleng sebagai perangkat daerah yang memiliki kewenangan menegakkan peraturan daerah, harusnya bertindak lebih berani, tegas, dan profesional.

Advertisement

”Sangat disayangkan, ketika pelanggaran oleh sejumlah investor di wilayah Buleleng justru lebih dahulu diketahui oleh DPRD provinsi, ketimbang aparat penegak perda di tingkat kabupaten,” ujar Juru Bicara, I Ketut Susana.

Baca Juga: Gubernur Koster- DPRD Bali Kompak Rahasiakan Kelanjutan Pembangunan Lift Pantai Kelingking, Ternyata Ingin Berikan Kejutan

Maka dari itu, Fraksi Gerindra Buleleng meminta agar Satpol PP menunjukkan keberpihakan yang jelas kepada kepentingan publik, bukan kepada kekuatan modal.

Sehingga dewan mendesak, agar pelanggaran perda ditindak tegas tanpa pandang bulu.

”Demi menjaga wibawa pemerintah daerah dan melindungi hak masyarakat Buleleng,” lanjutnya.

Advertisement

Menanggapi kritikan tersebut, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menjelaskan kalau sinergitas antara Satpol PP dan perangkat daerah teknis maupun instansi vertikal, sangat diperlukan.

Begitu juga dengan peran serta masyarakat setempat, melalui pengaduan.

Ia mengatakan, kalau OPD itu merupakan leading sector dalam penegakan perda. Tentu selalu berupaya maksimal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Meski harus selalu ada pertimbangan, untuk sinergitas dengan pemangku kepentingan lain di daerah, termasuk instansi vertikal.

”Kabupaten Buleleng wilayahnya luas, sehingga tidak setiap pelanggaran dapat diketahui dan direspon secara cepat. Namun kami selalu melakukan optimalisasi penegakan perda, dengan peningkatan sarana dan prasarana serta sinergitas seluruh pemangku kepentingan yang ada,” kata Sutjidra dalam Tanggapan dan Jawaban Bupati atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD Buleleng.***

KOMITMEN: Kepala Bakorwil IV Pamekasan Dra. Sufi Agustini, M.Si menyampaikan sambutan dalam pertemuan Forum Rektor se-Madura dan perwakilan pemerintah daerah Selasa (11/11). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
KOMITMEN: Kepala Bakorwil IV Pamekasan Dra. Sufi Agustini, M.Si menyampaikan sambutan dalam pertemuan Forum Rektor se-Madura dan perwakilan pemerintah daerah Selasa (11/11). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung

Artikel Terkait

Viral di Medsos, ODGJ yang Resahkan Anak-anak di Seririt Diamankan

Viral di Medsos, ODGJ yang Resahkan Anak-anak di Seririt Diamankan

Seorang pria berinisial IBPRP, 66, asal Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng, Kamis (22/10) sekitar pukul 09.30 Wita. Pria lanjut usia yang dikategorikan

Sering Mengamuk dan Cekik Kakak Kandung, Oknum ASN ODGJ Diamankan

Sering Mengamuk dan Cekik Kakak Kandung, Oknum ASN ODGJ Diamankan

Seorang oknum ASN berinisial KS (38) diamankan Tim Lagas Satpol PP Buleleng, Jumat (11/9). Pria warga Kecamatan Sukasada itu terindikasi Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) dan kerap mengamuk, hingga sempat mencekik kakak

Parkir Sembarangan di Titik Nol Singaraja, Satpol PP Buleleng Siapkan Skema Pengamanan Khusus

Parkir Sembarangan di Titik Nol Singaraja, Satpol PP Buleleng Siapkan Skema Pengamanan Khusus

Kawasan Titik Nol Kota Singaraja kini menjadi sorotan, bukan karena keindahannya, melainkan ulah sejumlah pemotor yang memarkirkan kendaraannya di atas trotoar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer