Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Geger, Dua Warga Desa Paksebali Digigit Anjing Diduga Rabies

D
Dua warga Desa Paksebali diduga menjadi korban gigitan anjing rabies.
Dua warga Desa Paksebali diduga menjadi korban gigitan anjing rabies.

Radarbadung.jawapos.com- Seekor anjing tiba-tiba menggigit dua warga Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Minggu lalu (14/12). Diduga anjing tersebut reaktif rabies lantaran telah menggigit lebih dari satu orang.


Advertisement

Dinas Pertanian (Distan) Klungkung lalu mengambil sampel otak anjing tersebut, Senin (15/12) pagi untuk diperiksa ke lab.

Anjing tersebut diduga merupakan hewan peliharaan warga lantaran terdapat rantai di lehernya. Hanya saja tidak ada satu pun warga yang mengakui memelihara anjing tersebut.

Kasi Pelayanan Pemerintahan Desa Paksebali, Cokorda Istri Agung Dwihandayani, Senin (15/12) menuturkan, dua warga Paksebali yang digigit anjing, yakni Ni Wayan Kepik dan I Kadek Bagiasa.

Advertisement

Dituturkannya, Kepik merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kerap berkeliling dan tidur di luar rumah.

Saat berkeliling, Kepik digigit anjing pada bagian lengan dan kakinya. Setelah menggigit Kepik, anjing tersebut pergi ke kandang ternak milik Bagiasa dan menggigit ayam dan bebek yang ada di sana.

Anjing itu mau pergi setelah dipukul, tidak lama kembali lagi dan menggigit tangan Bapak Bagiasa yang saat itu mau menutup pintu kandang,” ungkapnya.

Advertisement

Melihat tingkah anjing yang telah menggigit lebih dari satu orang, diduga jika anjing tersebut reaktif rabies. Sehingga Distan Klungkung mengambil sampel otak anjing tersebut, Senin (15/12) pagi untuk diperiksa ke lab.

Sementara kedua warga Paksebali yang digigit anjing telah mendapatkan vaksin.

”Potensi anjing liar di Paksebali masih cukup tinggi. Padahal berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan jumlah anjing liar. Di antaranya dengan menindaklanjuti laporan warga adanya anjing liar, melakukan sosialisasi pentingnya vaksin rabies HPR, eleminasi juga telah dilakukan,” tandasnya.

Tidak hanya di Desa Paksebali, Kecamatan Klungkung, kasus anjing menggigit sejumlah warga juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bangli, Minggu (14/12).

Setidaknya ada 7 warga Kecamatan Susut, Bangli dilaporkan mendapat gigitan dari anjing yang sama.

Hanya saja Kadis Kesehatan Kabupaten Bangli, dr. I nyoman Arsana belum bisa dimintai penjelasannya secara rinci, Senin (15/12) hingga pukul 15.00 karena masih mengikuti rapat. ”Semua sudah dapat penanganan sesuai SOP,” jelasnya.***

Advertisement

Artikel Terkait

Diterjang Longsor, 4 Kios Parkiran DTW Pura Kehen Rusak—Dua di Antaranya Rata dengan Tanah

Diterjang Longsor, 4 Kios Parkiran DTW Pura Kehen Rusak—Dua di Antaranya Rata dengan Tanah

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bangli dalam beberapa hari terakhir memicu serangkaian bencana alam. Salah satunya adalah musibah tanah longsor yang menerjang kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Pura Kehen, Kelurahan

Tak Terima Dikritik Pelayanan dengan Kata-kata Kasar, Perumda Bangli Sambangi Pelanggan Air Minum

Tak Terima Dikritik Pelayanan dengan Kata-kata Kasar, Perumda Bangli Sambangi Pelanggan Air Minum

Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli mendatangi kediaman salah seorang pelanggan di Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Selasa (20/10). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan pelanggan yang disampai

Antar Barang Upacara ke Kalimantan, Dua Putra Bangli Hilang Saat Kapal Terbalik

Antar Barang Upacara ke Kalimantan, Dua Putra Bangli Hilang Saat Kapal Terbalik

Dua warga Banjar Cepunggung, Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, I Putu Pramana Yoga, 28 dan Kadek Sayoga Putra, 26 menjadi penumpang Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa, Minggu (13/9) dini hari

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer