Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Deras dari Minggu Pagi, Picu Longsor hingga Senderan Jebol

Z
Penulis: Zulfika Rahman❯
Jalur Denpasar-Amlapura tepatnya di Sanghyang Ambu, Desa Bugbug longsor akibat hujan deras hingga membuat arus lalulintas terganggu.
Jalur Denpasar-Amlapura tepatnya di Sanghyang Ambu, Desa Bugbug longsor akibat hujan deras hingga membuat arus lalulintas terganggu.
 
Radarbadung.jawapos.com- Hujan deras yang mengguyur wilayah Karangasem sejak Minggu pagi (18/1) hingga sore mengakibatkan sejumlah bencana.

Salah satunya, akses jalan utama Denpasar-Amlapura terganggu akibat terjadi longsor di jalur Sanghyang Ambu, Desa Bugbug. 


Advertisement

Jalur tersebut menjadi langganan longsor saat kondisi hujan deras mengguyur wilayah Karangasem. Praktis kondisi itu membuat arus lalu lintas terganggu.

”Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa saat dikonfirmasi.

Kondisi itu membuat arus lalu lintas terganggu.

Advertisement

Petugas dari lintas instansi hingga masyarakat langsung melakukan penanganan untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.

”Jalur itu, jalur utama. Arus lalu lintas cukup padat. Ketika terjadi longsor pasti terganggu. Kami sudah lakukan penanganan,” sebutnya.

Arimbawa menyebut, sejak Sabtu hingga Minggu kemarin, Karangasem diguyur hujan.

Advertisement

Bahkan sehari sebelumnya, senderan setinggi 7,5 meter di Banjar Dinas Lean, Desa Bunutan Kecamatan Abang jebol.

”Itu senderan proyek villa jebol. Materialnya sampai menutup akses jalan,” tuturnya.

Bahkan senderan yang jebol juga mengenai bangunan akomodasi pariwisata dan 10 rumah warga yang berada di sekitar lokasi.

”Tidak ada korban jiwa. Kerugian masih dihitung,” ucap Arimbawa. 

Pihaknya pun sudah melakukan penanganan bersama dengan pemilik proyek.

”Penanganan dilakukan menggunakan alat berat,” bebernya.

Di tengah intensitas hujan yang cukup tinggi, pihak BPBD Karangasem mengimbau agar masyarakat waspada dan hati-hati saat beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, warga yang tinggal di wilayah rawan longsor, perbukitan hingga bantaran sungai untuk bergeser ke tempat lebih aman saat kondisi hujan deras terjadi.***

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung

Artikel Terkait

​Longsor Kembali Terjadi di Pupuan: Tanah Sawah Timpa Rumah Warga, Pembersihan Butuh 5 Jam

​Longsor Kembali Terjadi di Pupuan: Tanah Sawah Timpa Rumah Warga, Pembersihan Butuh 5 Jam

Petugas BPBD Tabanan bersama aparat desa Desa Belimbing, Babinsa Belimbing, BabinKantibmas dan Masyarakat yang melakukan pembersihan material longsor pada rumah milik Ni Nyoman Seribulih di Desa Belimbing Pupuan, Tabanan

Pencarian Hari Ke-3 Longsor Plaga: Dua Korban Masih Hilang, Jalur Terjal Jadi Kendala

Pencarian Hari Ke-3 Longsor Plaga: Dua Korban Masih Hilang, Jalur Terjal Jadi Kendala

Pencarian hari ketiga terhadap dua korban yang hilang akibat tanah longsor di Eco Park Plaga Glamping Retreat pada Minggu (1/11) malam belum membuahkan hasil. Tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, BPBD, TNI, Polri,

Cuaca Ekstrem Mengamuk di Bali: 64 Titik Bencana Terjadi, Tim SAR Buru 2 Korban Hilang

Cuaca Ekstrem Mengamuk di Bali: 64 Titik Bencana Terjadi, Tim SAR Buru 2 Korban Hilang

Hujan deras tanpa henti sejak awal November memicu gelombang bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah Bali. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat setidaknya 64 titik bencana melanda Pulau

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer