Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Babi di Gianyar Positif ASF, Pemprov Bali Tegaskan Tak Ada Lockdown

N
Ilustrasi, dua ekor babi di wilayah Temesi, Kabupaten Gianyar, terkonfirmasi positif terjangkit virus Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) setelah pengujian terhadap enam sampel yang diambil petugas.(Ai)
Ilustrasi, dua ekor babi di wilayah Temesi, Kabupaten Gianyar, terkonfirmasi positif terjangkit virus Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) setelah pengujian terhadap enam sampel yang diambil petugas.(Ai)

Advertisement

Radarbadung.jawapos.com– Dua ekor babi di wilayah Temesi, Kabupaten Gianyar, terkonfirmasi positif terjangkit virus Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) setelah pengujian terhadap enam sampel yang diambil petugas.

Meski begitu, Pemerintah Provinsi Bali memastikan tidak akan memberlakukan pembatasan kegiatan atau lockdown, dan lebih mengutamakan upaya pencegahan serta pendampingan kepada para peternak.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Wayan Sunada, menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut dan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk menangkal virus ASF.

Advertisement

Oleh sebab itu, satu-satunya cara efektif untuk mencegah penyebaran adalah dengan disiplin menerapkan prinsip biosekuriti dan kebersihan di lingkungan peternakan.

“Virus ini bisa menempel pada barang bawaan, pakaian, atau tubuh manusia, lalu menularkan ke hewan ternak. Makanya peternak wajib rutin membersihkan kandang, menyemprotkan disinfektan, serta membatasi orang yang boleh masuk ke dalam area kandang. Kami juga sudah menyalurkan bantuan disinfektan, dan jika ada yang membutuhkan lagi, silakan hubungi Dinas Pertanian di tingkat kabupaten maupun provinsi,” ujarnya, Senin (25/5).

Selain di Temesi, pengambilan sampel juga dilakukan di wilayah Payangan, Gianyar, dan saat ini masih dalam proses pengujian.

Advertisement

Pihaknya berharap hasilnya nanti dinyatakan negatif dan tidak memperluas jangkauan penularan.

Sunada juga meminta seluruh peternak dan masyarakat untuk tetap tenang, namun tidak lengah dalam menjaga kebersihan.

Langkah-langkah pencegahan yang disarankan antara lain: membersihkan kandang secara rutin, membatasi akses orang luar, memastikan pakan yang digunakan aman dan tidak berasal dari sisa makanan berisiko, serta mengisolasi sementara ternak yang baru dibeli untuk memastikan kesehatannya sebelum digabungkan dengan kelompok lainnya.

Pemerintah juga menyadari bahwa ASF saat ini sudah tergolong penyakit endemis di Bali, sehingga pengawasan lalu lintas hewan, pemeriksaan kesehatan, dan penyuluhan menjadi prioritas utama untuk menekan angka penularan agar tidak meluas ke wilayah lain.

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung

Artikel Terkait

Puluhan Babi Mati Misterius di Karangasem, Peternak Was-was Berharap Solusi Pemerintah

Puluhan Babi Mati Misterius di Karangasem, Peternak Was-was Berharap Solusi Pemerintah

Di tengah kondisi merugi akibat sejumlah babi yang mati secara mendadak dan belum diketahui penyebabnya, para peternak di Karangasem kini diliputi kekhawatiran. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai apa yang

Puluhan Babi di Karangasem Mati Mendadak, Diduga Terpapar Virus ASF, Peternak Rugi Besar

Puluhan Babi di Karangasem Mati Mendadak, Diduga Terpapar Virus ASF, Peternak Rugi Besar

Puluhan ekor babi milik peternak rakyat di Kabupaten Karangasem dilaporkan mati mendadak dalam tiga pekan terakhir. Kematian ternak yang terjadi di sejumlah wilayah tersebut memicu kekhawatiran para peternak karena

Virus ASF Mulai Merebak di Tabanan, Bantuan Disinfektan 160 Liter Masih Jauh dari Cukup

Virus ASF Mulai Merebak di Tabanan, Bantuan Disinfektan 160 Liter Masih Jauh dari Cukup

Penyebaran penyakit African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika yang mulai terdeteksi di Kabupaten Tabanan menjadi perhatian serius Dinas Pertanian setempat. Sebagai langkah pencegahan, instansi tersebut telah mener

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer