Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dolar Tembus Rp18.000, Beri Peluang Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Asing  

N
Aktivitas wisatawan menunggang unta di kawasan Pantai Kelan, Kuta Selatan, Badung, salah satu daya tarik yang banyak dikunjungi tamu mancanegara. (Foto Marsellus Pampur) 
Nilai tukar rupiah terus melemah dan menembus angka Rp18.000 per satu Dolar AS. Kondisi ini beri peluang kunjungan wisman. Tampak, aktivitas wisatawan menunggang unta di kawasan Pantai Kelan, Kuta Selatan, Badung, salah satu daya tarik yang banyak dikunjungi tamu mancanegara. (Foto Marsellus Pampur) 

Advertisement

Radarbadung.jawapos.com– Nilai tukar rupiah terus melemah dan menembus angka Rp18.000 per satu Dolar AS.

Kondisi ini menimbulkan dampak ganda bagi perekonomian, terutama sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.
 
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau akrab disapa Cok Ace, menyebutkan penguatan nilai dolar merupakan fenomena yang terjadi secara global, dipengaruhi oleh kondisi perekonomian dan situasi geopolitik dunia.
 
Menurutnya, dari satu sisi kondisi ini justru membawa peluang.

Bagi wisatawan mancanegara, nilai uang mereka menjadi lebih kuat sehingga daya beli saat berkunjung ke Bali meningkat.

Advertisement

Hal ini dinilai berpotensi mendorong peningkatan jumlah kedatangan wisatawan.
 
“Dilihat dari sisi kunjungan, kenaikan kurs dolar menguntungkan wisatawan yang datang ke Bali. Uang mereka menjadi lebih bernilai, sehingga daya belinya meningkat cukup signifikan,” ujar Cok Ace yang juga mantan Wakil Gubernur Bali.
 
Namun di sisi lain, kondisi ini memberikan tekanan tersendiri bagi pelaku usaha pariwisata.

Pendapatan yang diperoleh hotel dan restoran tetap dalam bentuk mata uang rupiah, sementara kebutuhan operasional untuk sejumlah barang dan bahan baku impor menjadi semakin mahal.
 
“Kami tetap menerima pembayaran dalam rupiah, namun untuk beberapa kebutuhan usaha yang harus didatangkan dari luar negeri, harganya ikut melonjak seiring menguatnya dolar. Ini yang menjadi tantangan bagi kami,” jelasnya.***

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung

Artikel Terkait

Rupiah Melemah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dampak Ganda bagi Ekonomi dan Pariwisata Bali

Rupiah Melemah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dampak Ganda bagi Ekonomi dan Pariwisata Bali

Nilai tukar rupiah terus tertekan dan pada Kamis (4/6) sempat menembus level Rp18.000 per satu Dolar AS. Kondisi ini memicu berbagai spekulasi, bahkan diprediksi mata uang AS itu masih berpotensi menguat lebih lanjut.

Erupsi Anak Krakatau Tutup Bandara Soetta, PHRI Bali Ingatkan Dampak ke Pariwisata

Erupsi Anak Krakatau Tutup Bandara Soetta, PHRI Bali Ingatkan Dampak ke Pariwisata

Penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dikhawatirkan berdampak langsung terhadap mobilisasi wisatawan menuju dan dari Bali. Bandara Soetta memperpanjang penghentian operasional

Catat! Kecerdasan Buatan Membantu, Namun Sentuhan Manusia Tetap Jantung Pelayanan Pariwisata Bali

Catat! Kecerdasan Buatan Membantu, Namun Sentuhan Manusia Tetap Jantung Pelayanan Pariwisata Bali

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat dinilai belum mampu menggantikan peran manusia dalam industri perhotelan dan pariwisata Bali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer