Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Tak Menentu, Hasil Tangkapan Nelayan di Jembrana Menurun

M
Penulis: Muhammad Basir❯
Sejumlah perahu milik nelayan terparkir rapi di kolam labuh Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan, Jembrana. (Foto M. Basir)
Sejumlah perahu milik nelayan terparkir rapi di kolam labuh Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan, Jembrana. (Foto M. Basir)

Advertisement

Radarbadung.jawapos.com— Dalam beberapa bulan terakhir, hasil tangkapan ikan nelayan tradisional di Kabupaten Jembrana mengalami penurunan yang cukup terasa.

Kondisi ini dirasakan merata oleh para nelayan yang beroperasi di perairan Selat Bali hingga wilayah pesisir selatan daerah tersebut.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Jembrana, I Made Widanayasa, menyatakan bahwa penyebab utamanya adalah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Advertisement

Gelombang laut yang tinggi, angin yang kencang, serta perubahan arah arus laut membuat para nelayan tidak dapat melaut secara optimal.

Bahkan, banyak dari mereka memilih untuk tidak melaut demi menghindari risiko keselamatan.

“Beberapa bulan terakhir hasil tangkapan menurun cukup signifikan. Banyak nelayan yang membatalkan keberangkatan karena kondisi laut dianggap berbahaya,” ujarnya.

Advertisement

Meski demikian, Widanayasa menyebutkan belakangan ini mulai terlihat tanda-tanda perbaikan.

Sejumlah nelayan sudah kembali melaut dan memperoleh hasil tangkapan, meskipun jumlahnya masih terbatas dan belum kembali seperti kondisi normal.

“Sekarang sudah ada yang mulai mendapatkan ikan, tapi jumlahnya belum banyak. Belum bisa dibandingkan dengan saat hasil tangkapan melimpah beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa selama kondisi alam belum sepenuhnya stabil, hasil tangkapan diprediksi masih akan berfluktuasi.

Advertisement

Artikel Terkait

Air Laut Surut Ekstrem di Selat Bali, Ganggu Penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang

Air Laut Surut Ekstrem di Selat Bali, Ganggu Penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang

Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk terganggu akibat fenomena pasang surut air laut ekstrem di Selat Bali. Kondisi ini melumpuhkan operasional dermaga Landing Craft Machine

Lima Hari Dicari, Riski Ditemukan Mengapung di Selat Bali

Lima Hari Dicari, Riski Ditemukan Mengapung di Selat Bali

Pencarian terhadap Riski Firmansyah, 23, penumpang KMP Cemerlang 55 yang dilaporkan hilang setelah diduga menceburkan diri ke laut, akhirnya membuahkan hasil. Pada hari kelima pencarian, Kamis (2/10) sekitar pukul 15.10

Masalah Keluarga Jadi Pemicu, Penumpang KMP Cemerlang 55 Lompat ke Laut

Masalah Keluarga Jadi Pemicu, Penumpang KMP Cemerlang 55 Lompat ke Laut

Petugas gabungan mengintensifkan pencarian Rizki Firmansyah, penumpang KMP Cemerlang 55 yang diduga menceburkan diri ke perairan Selat Bali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer