Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dishub Gianyar Urai Macet Ubud, Belok ke Jalan Made Lebah Dibatasi

I
Petugas Dinas Perhubungan Gianyar mengatur lalu lintas di kawasan Ubud dalam rangka mengurai kemacetan yang kerap terjadi.(Foto Dishub Gianyar)
Petugas Dinas Perhubungan Gianyar mengatur lalu lintas di kawasan Ubud dalam rangka mengurai kemacetan yang kerap terjadi.(Foto Dishub Gianyar)

Advertisement

Jalan Raya Pengosekan Kini Lebih Lengang 

GIANYAR, Radarbadung.jawapos.com— Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Ubud sejak Senin (24/8).

Kebijakan yang masih dalam tahap uji coba ini ditujukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan, terutama Jalan Made Lebah dan kawasan Pengosekan. 

Advertisement

Kepala Dishub Gianyar, I Wayan Artawan, menjelaskan pemantauan dilakukan bersama Camat Ubud I Dewa Gde Pariyatna dan Kanit Turjawali Satlantas Polres Gianyar Ipda I Nengah Artanayasa.

Dari pemantauan, arus kendaraan dari arah Nyuh Kuning menuju Pengosekan, Ubud Kota, dan Padangtegal masih terlihat padat, terutama di jalur Pengosekan–Padangtegal menuju Jalan Sugriwa yang tersambung ke Jalan Cok Putra Sudarsana atau Jalan Raya Ubud.

Kepadatan itu dipengaruhi kendaraan dari Denpasar dan Badung yang masuk melalui Tebongkang, Singakerta, dan simpang Nyuh Kuning, lalu menuju Ubud lewat Pengosekan.

Advertisement

Selama ini, banyak kendaraan dari arah Singakerta, Nyuh Kuning, dan Lodtunduh berbelok kanan ke timur menuju Jalan Made Lebah — padahal sebagian besar kendaraan tersebut bukan menuju pusat Ubud, melainkan melintas ke arah Tegallalang, Kintamani, dan Tampaksiring. 

"Mereka mengikuti Google Maps untuk memperpendek jalur, justru membebani Jalan Made Lebah, Jalan Raya Teges, hingga Jalan Cok Gede Rai," ungkap Artawan.

Melalui rekayasa baru, akses belok kanan ke timur menuju Jalan Made Lebah dibatasi.

Dampak positif mulai terasa: Jalan Raya Pengosekan ke arah utara, kawasan Monkey Forest, hingga Banjar Kalah, Peliatan, kini terasa lebih lengang.

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung

Artikel Terkait

Wisatawan Sempat Dibuat Cemas, Gardu Listrik Monkey Forest Ubud Berasap

Wisatawan Sempat Dibuat Cemas, Gardu Listrik Monkey Forest Ubud Berasap

Kepulan asap dari sebuah gardu listrik di Jalan Monkey Forest, Ubud, Gianyar, sempat mengejutkan warga dan wisatawan, Jumat (6/11) sekitar pukul 10.10 Wita. Khawatir terjadi kebakaran, warga langsung menghubungi Dinas

Kemacetan Ubud Belum Bikin Wisatawan Batalkan Liburan, Dispar Bali Dorong Sebarkan Destinasi

Kemacetan Ubud Belum Bikin Wisatawan Batalkan Liburan, Dispar Bali Dorong Sebarkan Destinasi

Dinas Pariwisata Provinsi Bali memastikan kemacetan di kawasan wisata seperti Ubud belum menyebabkan wisatawan membatalkan kunjungan ke Pulau Dewata. Hasil pemantauan dan survei bersama pelaku industri pariwisata hingga

Catat! Desa Adat Lodtunduh Berlakukan Denda Rp5 Juta Bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Catat! Desa Adat Lodtunduh Berlakukan Denda Rp5 Juta Bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Desa Adat Lodtunduh, Kecamatan Ubud, mengambil langkah tegas mengatasi maraknya pembuangan sampah sembarangan. Mulai saat ini, siapa saja yang tertangkap membuang sampah sembarangan di wilayah desa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer