Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perdana Digelar, Mepeed Krama Istri Banjar Selat Warnai Karya Ngusaba Jagat

D
Krama istri Banjar Adat Selat, Desa Banjarangkan untuk pertama kalinya menggelar mepeed dalam rangkaian persembahyangan Bakti Penganyar di Pura Agung Kentel Gumi (Puseh Jagat Bali), Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Rabu (28/10) kemarin. (Pemkab Klungkung)
Krama istri Banjar Adat Selat, Desa Banjarangkan untuk pertama kalinya menggelar mepeed dalam rangkaian persembahyangan Bakti Penganyar di Pura Agung Kentel Gumi (Puseh Jagat Bali), Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Rabu (28/10) kemarin. (Pemkab Klungkung)

Advertisement

Ratusan Perempuan Junjung Gebogan dalam Bakti Penganyar di Pura Agung Kentel Gumi

Radarbadung.jawapos.com– Ratusan krama istri Banjar Adat Selat, Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, untuk pertama kalinya menggelar tradisi mepeed dalam rangkaian persembahyangan Bakti Penganyar di Pura Agung Kentel Gumi (Puseh Jagat Bali), Desa Tusan, Rabu (28/10).

Tradisi ini menjadi bagian dari rangkaian Karya Ngusaba Jagat Pura Agung Kentel Gumi.

Advertisement

Sebelum menuju pura, lima kelompok krama istri Banjar Adat Selat berkumpul di Balai Banjar Selat.

Mereka kemudian berjalan beriringan . langkah teratur menuju pura sambil menjunjung gebogan berisi buah-buahan, jajanan, dan sarana upakara yang ditata apik.

Perpaduan warna serta keindahan susunan gebogan menghadirkan pemandangan yang sakral sekaligus memperlihatkan kekayaan tradisi mepeed dalam kehidupan masyarakat Bali.

Advertisement

Kelihan Adat Banjar Selat, Anak Agung Gde Anom Suryanata, mengatakan pelaksanaan mepeed tersebut menjadi momen bersejarah bagi warga Banjar Adat Selat.

Sebab, tradisi ini untuk pertama kalinya dilaksanakan dalam rangkaian Karya Ngusaba Jagat di Pura Agung Kentel Gumi.

“Paiketan krama istri sangat antusias dan bersemangat mengikuti prosesi mepeed dalam persembahyangan Bakti Penganyar ini. Kami tidak memaksakan krama istri untuk ikut serta dan tetap memperhatikan kondisi ekonomi warga,” ujarnya.

Sementara itu, Ni Ketut Novi Budayanti, salah seorang krama istri dari Kelompok Dua, mengungkapkan persiapan mepeed telah dilakukan sejak sepekan sebelumnya.

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung

Artikel Terkait

Pawai Telur Hias Tradisi Turun-Temurun Meriahkan Maulid Nabi di Kampung Jawa Denpasar

Pawai Telur Hias Tradisi Turun-Temurun Meriahkan Maulid Nabi di Kampung Jawa Denpasar

Warga Muslim di Kampung Jawa, Dusun Wanasari, Jalan Ahmad Yani, Denpasar, meriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan pawai telur hias, Minggu (23/8). Tradisi turun-temurun ini dipusatkan di depan

Makepung 2026 Resmi Dimulai, Kapolda Bali Cup Jadi Pembuka Musim di Jembrana   

Makepung 2026 Resmi Dimulai, Kapolda Bali Cup Jadi Pembuka Musim di Jembrana  

Musim Makepung tahun 2026 di Kabupaten Jembrana resmi dibuka. Tradisi adu cepat kerbau khas Bali Barat ini diawali dengan penyelenggaraan Kejuaraan Makepung Kapolda Bali Cup yang berlangsung di Sirkuit All In One, Desa

Perang Pandan Tenganan Masih Jadi Magnet Wisatawan, Rela Berdesakan Demi Menyaksikan Tradisi Sakral

Perang Pandan Tenganan Masih Jadi Magnet Wisatawan, Rela Berdesakan Demi Menyaksikan Tradisi Sakral

Perang Pandan Tenganan Masih Jadi Magnet Wisatawan, Rela Berdesakan Demi Menyaksikan Tradisi Sakral

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer