Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

BBM Sulit di Bali, Pertamina Sebut Distribusi Tersendat Akibat Cuaca Buruk

Andre Sulla • Sabtu, 15 November 2025 | 14:07 WIB
Ilustrasi, pencampuran etanol dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali menjadi sorotan setelah adanya penolakan dari SPBU swasta terhadap base fuel Pertamina yang mengandung 3,5 persen etanol.
Ilustrasi, pencampuran etanol dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali menjadi sorotan setelah adanya penolakan dari SPBU swasta terhadap base fuel Pertamina yang mengandung 3,5 persen etanol.
 
 
 
Radarbadung.jawapos.com– Keluhan masyarakat sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite maupun Pertamax di sejumlah SPBU wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir, langsung direspons Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus).
 
Sejumlah langkah percepatan distribusi ditempuh agar pasokan BBM di Pulau Dewata kembali normal.
 
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan Pertamina berkomitmen menjaga kelancaran distribusi energi hingga ke seluruh pelosok negeri, termasuk Bali.
 
Karena itu, lanjutnya, berbagai upaya proaktif dan mitigasi digelar begitu muncul laporan masyarakat terkait antrian panjang dan kekosongan Pertamax di beberapa SPBU, terutama di kawasan Denpasar dan Badung.
 
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, Lima WNA Tiongkok Tewas
 
“Kendala utama distribusi saat ini dipicu cuaca buruk yang menghambat pergerakan kapal pengangkut BBM menuju supply point Denpasar dan Badung di Terminal BBM Sanggaran,” ujar Ahad, Jumat (14/11).
 
Sebagai langkah mitigasi, Pertamina Patra Niaga melakukan alih suplai dari Terminal BBM terdekat sekaligus mengarahkan pasukan ke Terminal BBM Manggis. 
 
“Dengan adanya alternatif ini, kami harap kondisi di lapangan berangsur membaik dan distribusi kembali normal,” terang Ahad.
 
Ia memaparkan, kapal pengangkut BBM telah dijadwalkan sandar di Terminal BBM Sanggaran, Kamis (13/11) dengan muatan 2.000 KL.
 
Selanjutnya, pada Jumat (14/11) kapal lain dijadwalkan merapat di Terminal BBM Manggis membawa sekitar 9.000 KL.
 
Baca Juga: Togar Situmorang Minta Jadi Tahanan Kota, Alasannya karena Kesehatan hingga WC Lapas Kerobokan
 
Sambil menunggu tambahan stok dari kapal tersebut, Pertamina menyalurkan 200 KL untuk Bali.
 
Rinciannya, 100 KL dari Terminal BBM Sanggaran dan 100 KL hasil alih suplai dari Terminal BBM Manggis.
 
Di sisi teknis, Terminal BBM dioperasikan 24 jam penuh untuk memastikan suplai ke SPBU berjalan tanpa jeda.
 
“Ini kami lakukan untuk menjamin ketersediaan BBM di Pulau Bali dan sekitarnya tetap aman,” tegas Ahad.
 
Di tengah proses pemulihan distribusi ini, Pertamina turut menghimbau masyarakat agar membeli BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan, bukan melakukan pembelian berlebih karena panik.
 
Baca Juga: Perempuan 17 Tahun Dirudapaksa hingga Melahirkan, Pelakunya Terancam 15 Tahun Bui dan Denda Rp 5 Miliar
 
Pertamina Patra Niaga juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang menemukan pelanggaran maupun merasakan ketidaknyamanan pelayanan di SPBU.
 
Silakan sampaikan informasi ke Pertamina Contact Center 135 (Call Center Pertamina).
 
“Dengan rangkaian langkah mitigasi tersebut, Pertamina berharap keluhan masyarakat segera teratasi dan pasokan BBM khususnya Pertamax, kembali lancar di seluruh Bali,” pungkasnya.***
Sebagai penerus dari model L4260, L6270, dan L6290, seri EcoTank terbaru ini dilengkapi teknologi Heat-Free Epson, yang memungkinkan proses cetak tanpa panas.
Sebagai penerus dari model L4260, L6270, dan L6290, seri EcoTank terbaru ini dilengkapi teknologi Heat-Free Epson, yang memungkinkan proses cetak tanpa panas.
Editor : Donny Tabelak
#cuaca buruk #pertamina #pertamax #spbu #BBM Sulit #Pertalite langka