Radarbadung.jawapos.com- Warga Sukawati digegerkan dengan penemuan seorang pekaseh Subak Bubun dalam kondisi meninggal dunia di saluran irigasi Subak Gede Sukawati, Senin kemarin (15/12) sekitar pukul 12.00 Wita.
Korban yang ditemukan tewas diketahui bernama I Made Merta, yang akrab disapa Mangku Anggun.
Kapolsek Sukawati Kompol Ketut Suaka Purnawasa mengatakan, penemuan jenazah di sebelah Puskesmas 1 Sukawati itu bermula dari laporan masyarakat.
Seorang warga yang hendak buang air kecil di sekitar lokasi kejadian melihat bagian tangan manusia muncul dari dalam saluran irigasi yang tengah mengalir.
”Laporan kami terima sekitar pukul 12.00 Wita. Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban terjatuh atau tenggelam di lokasi kejadian,” jelas Kompol Suaka.
Petugas gabungan yang terdiri dari personel Polsek Sukawati, BPBD Kabupaten Gianyar, serta relawan segera melakukan proses evakuasi.
Jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans PMI Gianyar ke RS Ari Canti Mas, Ubud, untuk penanganan lebih lanjut. Pihak keluarga juga telah berada di rumah sakit.
Perbekel Sukawati Dewa Gede Dwi Putra, yang turut berada di lokasi kejadian, menyampaikan bahwa pihak desa langsung menghubungi keluarga korban setelah menerima informasi kejadian tersebut.
”Saya langsung bel (telepon, red) anaknya, menyampaikan bahwa bapaknya terjatuh. Anak korban kemudian langsung datang menjemput,” ujarnya.
Dewa Putra juga mengenang sosok almarhum sebagai pekaseh yang dikenal rajin dan responsif dalam menjaga sistem irigasi subak.
”Kalau ada saluran mampet atau aliran air terganggu, beliau selalu cepat turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan desa,” imbuhnya.
Mengenai langkah niskala, pihaknya akan berkoordinasi dengan desa adat untuk upacara di lokasi kejadian. ”Kami koordinasi dengan kelian dan desa dulu,” jelasnya.
Sementara itu, seorang saksi mata bernama Aan, yang masih duduk di bangku sekolah dasar, mengaku sempat melihat korban terakhir kali pada Minggu (14/12) sekitar pukul 17.30 Wita.
Saat itu, korban terlihat sedang mengangkat tutup gorong-gorong di sekitar lokasi penemuan.
”Air sedang besar karena hujan deras. Motornya diparkir di pinggir jalan,” ungkap saksi.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kuat korban sedang melakukan pengecekan atau perbaikan saluran irigasi untuk memastikan kelancaran aliran air subak pascahujan lebat.***
Editor : Donny Tabelak