Radarbadung.jawapos.com– Pulau Bali masih berada di bawah bayangan cuaca ekstrem, dengan hujan yang terus mengguyur beberapa hari terakhir disertai angin kencang.
Masyarakat diimbau tetap waspada karena fenomena Perigee dan Bulan Purnama berpotensi memicu banjir pesisir (rob) di sejumlah wilayah pantai.
Berdasarkan prakiraan Balai Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi fase Perigee yang terjadi pada 25 Februari lalu dan Bulan Purnama yang jatuh pada 3 Maret 2026.
Kedua fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut, yang berisiko menyebabkan rob di wilayah pesisir.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir selatan Kabupaten Tabanan, Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, hingga pesisir selatan Kabupaten Klungkung.
Waktu terjadinya pasang maksimum air laut berbeda-beda di setiap wilayah, baik dari hari maupun jamnya.
"Potensi rob dapat mengganggu aktivitas masyarakat sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir, seperti proses bongkar muat barang, aktivitas di permukiman pesisir, serta kegiatan tambak garam dan perikanan darat," jelas pihak BMKG.
Selain ancaman rob, sebagian besar wilayah Bali juga masih berpotensi menerima hujan dengan intensitas mulai dari ringan hingga lebat.
Angin kencang juga diperkirakan akan mengguyur wilayah bagian selatan Bali.
Cahyo dari BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dan maritim terbaru dari institusi terkait, serta melakukan langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut maupun cuaca ekstrem lainnya.***
Editor : Donny Tabelak