Radarbadung.jawapos.com– Kondisi jalan kabupaten yang rusak berlubang di wilayah Banjar Dinas Kebon, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan seringkali menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Tak sabar menunggu tanggapan pemerintah, warga akhirnya mengambil inisiatif melakukan perbaikan tambal sulam secara swadaya.
Kerusakan jalan sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir.
Wilayah yang menjadi sentra industri kerajinan genteng ini memiliki mobilitas kendaraan pengangkut material dan hasil produksi yang cukup tinggi, sehingga kondisi jalan yang buruk bukan hanya mengganggu, melainkan juga membahayakan pengguna jalan.
Baca Juga: TPA Suwung Masuk Tahap Penyidikan Bareskrim, Menteri LH: Bupati Badung Jadi Taruhan
"Beberapa kali terjadi kecelakaan akibat lubang jalan yang cukup dalam," ujar Wayan Widiasa, salah satu warga Banjar Dinas Kebon, Kamis (5/3) kemarin.
Warga telah dua kali mengajukan permohonan perbaikan kepada pemerintah daerah, namun belum mendapatkan tindak lanjut.
Akhirnya, mereka sepakat bekerja sama untuk memperbaiki jalan menggunakan semen yang disumbangkan secara gotong royong.
Meskipun menyadari perbaikan sementara ini tidak akan bertahan lama, terutama di musim hujan, langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko bahaya.
"Perbaikan jalan ini mendesak bagi kami, terutama untuk kelancaran pengiriman genteng," tambahnya.
Kelian Dinas Banjar Kebon, Agus Krisna Amertha Yoga, menambahkan bahwa perbaikan swadaya juga dilakukan mengingat masyarakat akan segera melaksanakan upacara Melasti menjelang Hari Raya Nyepi.
"Karena menjelang Melasti jalan tidak kunjung diperbaiki, warga berinisiatif menambal jalan berlubang," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan, I Gede Partana, mengkonfirmasi bahwa ruas jalan tersebut pernah mendapatkan penambalan sebatas menggunakan sisa bahan di akhir tahun 2025.
"Untuk pemeliharaan lanjutan ruas Kediri–Belalang sudah masuk dalam program kegiatan tahun 2026 dan saat ini masih dalam proses pengadaan bahan," ujarnya.***
Editor : Donny Tabelak