Radarbadung.jawapos.com- Perjalanan mudik menuju Pulau Jawa berubah menjadi pengalaman melelahkan bagi ribuan pemudik.
Antrean kendaraan mengular lebih dari 30 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk, membuat sebagian pemudik harus menghabiskan waktu hingga sehari semalam di jalan.
Kemacetan terjadi sejak Sabtu (14/3) hingga Senin (16/3), dengan arus kendaraan didominasi mobil pribadi, sepeda motor, bus antarkota, dan truk yang terus berdatangan dari arah Denpasar.
Volume kendaraan yang jauh melampaui kapasitas layanan penyeberangan menjadi salah satu penyebab utama kemacetan panjang tersebut.
Baca Juga: Kemacetan Horor di Gilimanuk Sampai 31 Km, Gubernur Bali: Infrastruktur Tak Cukup
Ahmad Khoiri, pemudik asal Gresik, Jawa Timur yang telah bekerja di Bali sejak 2005, mengaku terjebak macet sejak Minggu pagi hingga Senin namun belum masuk pelabuhan.
"Baru sekarang ini mudik macetnya sampai sehari semalam. Paling parah sejak 20 tahun saya kerja di Bali," keluhnya, menambahkan bahwa sebelumnya lama terjebak hanya 12 jam.
Salah satu faktor penyebab juga adalah pembatasan angkutan barang yang diberlakukan sejak Jumat (13/3) tidak terlaksana.
Banyak kendaraan yang seharusnya dibatasi, terutama truk sumbu tiga, masih terjebak dalam antrean hingga Kota Negara.
"Kalau pembatasan dilaksanakan, mungkin tidak macet seperti ini," ujar Sugeng, pemudik asal Ponorogo yang terjebak bersama keluarga sejak Minggu (15/3) pukul 17.30 WITA di Desa Banyubiru dan hingga Senin siang masih belum bisa menyeberang.
Panjangnya antrean juga diperparah oleh hal sepele, seperti sopir yang tertidur saat terjebak kemacetan.
"Sejak semalaman macet, lima kali bangunin sopir ketiduran. Saya juga sempat ketiduran dibangunkan orang," imbuh Sugeng.***
Editor : Donny Tabelak