Jangkar Kapal Disebut Hambat BBM ke Bali, Nyoman Parta Minta Bukti

Distribusi Mulai Membaik, Persoalan Bakal Dibawa ke Senayan
Radarbadung.jawapos.com– Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali mulai berangsur normal setelah sebelumnya sempat memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Meski kondisi pasokan mulai membaik, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, I Nyoman Parta, masih mempertanyakan penjelasan Pertamina terkait gangguan distribusi yang disebut disebabkan jangkar kapal tanker tersangkut karang selama sekitar 14 jam.
Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan akan membawa persoalan tersebut ke DPR RI untuk ditindaklanjuti bersama komisi yang membidangi badan usaha milik negara (BUMN) serta energi dan sumber daya mineral (ESDM).
”Jika nanti sudah selesai masa reses ini, saya akan sampaikan permasalahan ini ke pimpinan Komisi VI yang membidangi BUMN dan pimpinan Komisi XII yang membidangi Energi dan Sumber Daya Mineral,” ujar Parta, Selasa (20/10).
Menurut Parta, Pertamina harus bersikap transparan dalam menjelaskan penyebab gangguan pasokan BBM yang sempat meresahkan masyarakat Bali.
Dia menilai, penjelasan mengenai jangkar kapal tanker yang tersangkut karang perlu disertai bukti dan kronologi yang jelas agar tidak menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Hingga kini, kata dia, publik belum mendapatkan dokumentasi visual yang dapat memperjelas kejadian tersebut, baik berupa foto maupun rekaman video.
“Pertanyaan saya sederhana: bagaimana sebenarnya peristiwa gangguan jangkar kapal tanker yang disebut menghambat pasokan BBM ke Bali itu terjadi?” tegasnya.
Parta meminta Pertamina membeberkan kronologi kejadian secara terbuka.


