MANGUPURA, Radarbadung.id – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, sebagai salah satu upaya mengurai kepadatan dan kemacetan di wilayah Badung.
“Selain fokus menangani persoalan sampah dan air di wilayah selatan, saya juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan. Kita semua tahu Badung sudah semakin padat dan macet, sehingga perlu langkah nyata agar masyarakat nyaman di jalan,” ujar Arnawa.
Tahun 2026 akhir, pihaknya menargetkan bisa menyelesaikan masalah macet di GWK simpang Nirmala. Dari Uluwatu ke Nusa Dua, biar tidak lagi ke GWK. kemudian, dari Berawa menuju Umalas, menuju Jalan Kedampang menuju Jalan Teuku Umar Barat.
Selanjutnya, dari Gatot Subroto Barat agar bisa tembus ke barat menuju Canggu langsung ke Desa Kekeran menuju Terminal Mengwi.
”Tidak ada di Badung tidak macet. Semua macet. Saya pulang ke bukit (Pecatu) tiga jam. Ke Desa Kapal sama, di mana-mana macet,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah harus lebih selektif dalam menyalurkan bantuan hibah.
Menurutnya, langkah ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk memastikan agar anggaran daerah benar-benar dialokasikan secara optimal bagi pembangunan yang lebih dibutuhkan masyarakat.
“Saya memohon pengertian masyarakat bahwa untuk bantuan-bantuan seperti hibah saya lebih selektif. Tujuan kita satu, pelayanan publik yang lebih baik, fasilitas yang memadai, dan Badung yang semakin maju,” tegasnya. ***