Geger, Dua Pria Ditemukan Tewas dalam Kamar Apartemen, Polisi Temukan Racun Tikus
Andre Sulla• Kamis, 21 Agustus 2025 | 19:12 WIB
Petugas mengevakuasi jenazah dua pria di dalam kamar Bali True Living Apartment, Jalan Imam Bonjol, Desa Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Rabu 20 Agustus 2025.
Radarbadung.jawapos.com– Warga bersama karyawan Bali True Living Apartment di Jalan Imam Bonjol, Desa Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, dibuat geger.
Ini setelah ditemukan dua pria meninggal dunia di salah satu kamar apartemen pada Rabu 20 Agustus 2025 sekitar pukul 14.00 WITA.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, membenarkan peristiwa tersebut.
Kedua korban masing-masing berinisial BH, 36, asal Jakarta Timur dan MP, 49, asal Sulawesi Utara. Petugas juga telah memintai keterangan sejumlah saksi terkait temuan kedua mayat pria tersebut.
Menurut saksi GPP, 23, karyawan Bali True Living, dirinya diberitahu resepsionis bahwa tamu di Kamar Nomor 6 seharusnya sudah check out, namun tidak kunjung keluar.
Bersama rekannya KAW, 31, keduanya mencoba mengecek ke kamar. Saat dipanggil tidak ada jawaban. Pun pintu terkunci dari dalam.
Kedua saksi kemudian membuka pintu menggunakan kunci cadangan. Saat pintu terbuka, terlihat muntahan di dekat kasur.
"Karena takut, saksi tidak berani masuk dan langsung melaporkan ke owner serta pihak kepolisian,” ungkap Sukadi, Kamis (21/8).
Beberapa menit kemudian, anggota Polsek Denpasar Barat tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP.
Dari hasil pemeriksaan, MP ditemukan terlentang di atas tempat tidur, mengenakan kaos merah dan celana jeans pendek biru dalam kondisi basah.
Sementara BH ditemukan telentang di lantai kamar dengan kepala berada di atas tas, mengenakan kaos hijau dan celana jeans pendek biru, serta terlihat mengeluarkan busa dari mulut.
Pada tubuh BH juga terdapat luka gores di pelipis mata kanan sepanjang 25 mm, sementara kondisi keduanya sudah mengalami lebam mayat.
Diduga mereka meninggal lebih dari 24 jam. Polisi menemukan sejumlah barang di dalam kamar, diantaranya dua unit ponsel.
Selain itu, polisi juga amankan satu jam tangan, empat cincin, dan sebuah tas ransel hitam.
Polisi juga temukan empat kotak racun tikus tetes bermerek Hai Zhenwei yang sudah habis di dalam tempat sampah, serta obat-obatan seperti ibuprofen dan multivitamin.
Dugaan sementara kedua korban meninggal akibat keracunan, mengingat ditemukannya racun tikus di lokasi.
"Ada indikasi korban sengaja mengkonsumsi racun tikus, namun motif pastinya masih dalam penyelidikan,” terang Sukadi.
Menariknya, saat dilakukan pengecekan pada ponsel korban, polisi tidak menemukan data berarti.
“Diduga kedua korban telah menghapus seluruh isi data, bahkan kartu SIM tidak ditemukan,” tambahnya.
Jenazah keduanya dievakuasi petugas gabungan PMI Kota Denpasar dan BPBD Kota Denpasar, sekitar pukul 17.35 WITA.
Jenazah BH dibawa menggunakan mobil ambulans BPBD, sementara jenazah MP dievakuasi dengan mobil ambulans PMI menuju ruang jenazah RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar.
"Hingga kini, kami masih terus melakukan pendalaman untuk mengetahui motif di balik peristiwa tragis tersebut," pungkasnya.****