Radarbuleleng.jawapos.com- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng mencatat 7.716 kilogram sampah dalam tiga hari pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2025, atau dari Senin (18/8) sampai Rabu (20/8) kemarin.
Sampah-sampah tersebut terbagi ke dalam sampah organik dan anorganik.
Berdasarkan data rekapitulasi sampah dari DLH Buleleng, untuk sampah organik pada hari pertama tercatat dua meter kubik atau 2.000 kilogram, hari kedua dan ketiga masing-masing tercatat 2,5 meter kubik atau 2.500 kilogram.
Ssehingga total sampah organik selama tiga hari pelaksanaan Bulfest 2025 adalah 7.000 kilogram. Dikelola di komposting di Jagaraga, Kecamatan Sawan milik DLH Buleleng.
Untuk sampah anorganik, terbagi ke dalam tiga jenis yakni kresek totalnya 167 kilogram, bentukan totalnya 329 kilogram, dan kertas/duplex totalnya 220 kilogram. Total sampah anorganik sebanyak 716 kilogram. Yang dikelola oleh Bank Sampah Induk (BSI).
Sampah anorganik, terutama plastik, masih menjadi momok dalam gelaran Bulfest.
Padahal DLH Buleleng telah berulang kali menghimbau kepada para pedagang, agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
”Himbauan yang kami sampaikan, tidak sepenuhnya diikuti. Sebab banyak pedagang yang masih menggunakan kresek, penonton jarang membawa tumbler sendiri,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Buleleng, I Gede Putra Aryana dikonfirmasi Kamis (21/8) siang.
Pada Bulfest 2025 kali ini, DLH Buleleng melibatkan 135 relawan dari berbagai komunitas dan perguruan tinggi yang tergabung dalam Green Force.
Untuk menekan volume sampah plastik, DLH melibatkan 135 relawan dari berbagai komunitas dan perguruan tinggi yang diberi nama Green Corps.
Relawan ini bertugas melakukan pemilahan sampah, termasuk memberikan edukasi buang sampah yang benar, secara langsung kepada pengunjung.
Green Corps ini bergerak, agar Bulfest 2025 tidak menjadi ajang, yang malah menyumbang sampah.
Namun, para relawan ini akan terus bergerak dalam berbagai kegiatan lingkungan lainnya, seperti Buleleng Kali Bersih (Bukalsih) dan Bersih Pantai (Bepasih).
“Harapan kami, para relawan ini bisa menjadi agen perubahan berkelanjutan. Mereka bukan hanya membantu menjaga kebersihan Bulfest, tetapi juga menyebarkan kesadaran memilah sampah ke masyarakat luas,” tegas Putra Aryana.***