Radarbadung.jawapos.com- Bupati Gianyar I Made Mahayastra melakukan rotasi terhadap Kepala Organisasi Perangkat Daerah dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, Jumat kemarin (29/8) di Taman Maheswara Kantor Bupati Gianyar.
Yang menonjol, satu kepala dinas dan satu kepala badan digeser menjadi staf ahli.
Ni Made Mirnawati yang sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ditugaskan menjadi Staf Ahli Bupati bidang Perekonomian dan Pembangunan.
Sedangkan I Dewa Gede Putra Amarta yang sebelumnya Kepala Badan Badan Kesatuan dan Politik (Kesbangpol), kini menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi Umum.
Sementara itu, Ni Luh Gede Eka Suary yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Disperindag Gianyar, ditempatkan pada jabatan baru sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menggantikan I Wayan Arthawan.
Sedangkan I Wayan Arthawan ditugaskan menjadi Kepala Dinas Perhubungan, dan I Made Arianta yang sebelumnya menjabat Kadis Perhubungan ditugaskan menjadi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Gianyar.
Anak agung Gde Raka Suryadiputra yang sebelumnya menjabat Kadis Kominfo Gianyar ditugaskan dalam jabatan baru sebagai Kadis Perindag Gianyar.
Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu yang sebelumnya menjabat sebagai Kadis Kebudayaan kini ditugaskan sebagai Kadis Sosial Gianyar menggantikan Anak Agung Putrawan, yang ditugaskan menjadi Kadis Koperasi dan UMKM Gianyar yang ditinggalkan I Wayan Arsana dalam penugasan baru sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar.
Selain itu Ida Ayu Surya Adnyani yang sebelumnya menjabat Kadisnaker Gianyar ditugaskan menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Gianyar.
Sedangkan jabatan Kadisnaker diisi oleh I Gede Suardana Putra yang sebelumnya menjabat Kadispusar Gianyar.
Serta I Gusti Agung Sri Widiawati Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dilantik dalam jabatan baru, sebagai Kadis Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar.
Bupati Mahayastra memaparkan bahwa rotasi merupakan kebutuhan yang mendesak.
”Hampir 2 tahun lebih bahkan mungkin 3 tahun kita tidak pernah melakukan mutasi. Saya masih ingat, itu menjelang akhir saya berhenti pada periode pertama saya melakukan mutasi. Jadi pengisian itu suatu hal yang mendesak karena akan sangat berat bagi saudara-saudara kalau ada satu orang sampai memimpin dua lembaga, saya tugaskan untuk menjadi PLT di beberapa OPD,” jelasnya.
Ia meminta pejabat baru bisa loyal. ”Dari sisi waktu, pikiran saudara untuk menjalankan semua visi misi yang telah dirancang serta menjadikan RPJMD 2025 hingga 2030 menjadi pedoman dasar. Apa pekerjaan di depan kita, apa yang kita akan kerjakan sudah jelas,” pintanya.
Dikatakan, pemegang jabatan perlu menyusun rencana kerja. ”Tinggal saudara menyusun kalender kerja, jangan sampai menjadi kebiasaan masa lalu, semuanya terlambat padahal bisa kita mulai jauh-jauh hari sebelum saya perintahkan,” tegas Bupati Mahayastra.***