Radarbadung.jawapos.com– Musibah longsor yang dipicu hujan deras pada Rabu kemarin (10/9) di Kabupaten Gianyar, menyebabkan dua warga meninggal dunia.
Kedua korban, yang tewas tertimpa reruntuhan tembok rumah, tidak sempat menyelamatkan diri karena bencana terjadi saat mereka terlelap di malam hari.
Di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, seorang lansia bernama Ni Made Rupet, 87. Korban meninggal dunia setelah tembok rumahnya roboh akibat longsor.
Kejadian serupa menimpa Ni Made Latip, 75, di Desa Temesi, yang juga menjadi korban tewas akibat tertimpa tembok.
Selain menelan korban jiwa, longsor juga merusak rumah warga lain. Di Desa Mas, rumah milik Wayan Budiasa, seorang warga lajang dengan kondisi depresi, ikut terdampak.
Beruntung, ia selamat dari musibah dan telah dievakuasi ke rumah tetangganya.
Bencana ini segera direspons oleh Forkopimda Gianyar, termasuk Sekda, Ketua DPRD, Kapolres, dan perwakilan TNI.
Mereka meninjau langsung lokasi kejadian dan menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga korban sebagai bentuk empati.
”Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa warga,” ujar Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C. Kesuma.
Kehadiran aparat dikatakan bukan hanya untuk melihat langsung kondisi di lapangan, tetapi juga untuk memastikan bahwa penanganan berjalan baik.
”Kami memberikan dukungan moril kepada masyarakat,” terangnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, mengingat curah hujan yang masih tinggi.
”Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati, khususnya di daerah rawan longsor. Segera laporkan jika melihat tanda-tanda kerawanan agar dapat dilakukan langkah cepat guna mencegah jatuhnya korban,” tambahnya.
Sementara itu, di beberapa lokasi lain di Gianyar, banjir juga menyebabkan sejumlah rumah terendam.
Petugas telah mengevakuasi beberapa warga ke kantor desa untuk mengungsi.
Sekda Gianyar, Gusti Bagus Adi Widya Utama, menegaskan bahwa penanganan bencana ini melibatkan sinergi antara pemerintah, TNI, dan Polri.
”Ini bentuk sinergi kami. Membantu masyarakat untuk menuntaskan bencana,” jelas Gusti Bem, sapaan akrabnya.***