Radarbadung.jawapos.com- Genangan air pascabanjir di Desa Pengambengan, masih menggenangi pemukiman warga.
Genangan air yang bertahan sejak banjir pada Rabu (10/9) lalu, itu sudah diupayakan penyedotan agar genangan air tidak menimbulkan masalah kesehatan masyarakat.
Perbekel Desa Pengambengan, Kamaruzzaman mengatakan, genangan air memang masih menggenangi sebagian pemukiman warga.
Jumlahnya jauh berkurang dari hari pertama terjadi banjir yang mencapai sekitar 3.500 rumah warga atau sebagian besar rumah warga Desa Pengambengan. ”Masih ada sebagian yang terendam air,” ujarnya, Sabtu kemarin (13/9/2025).
Karena itu, sejak empat hari terakhir ini selain melakukan evakuasi barang berharga milik warga, juga masih melakukan penyedotan genangan air yang masih menggenangi pemukiman warga.
”Sekarang masih proses penyedotan air yang menggenangi rumah warga,” terangnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan Jembrana sudah membuka posko kesehatan di tengah pemukiman warga Desa Pengambengan.
Karena pasca banjir, umumnya akan menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang terdampak, seperti ini gatal- gatal.
Sementara itu, salah satu penyebab banjir mulai ditangani. Salah satunya sampah dan sedimentasi sungai Romojo, bendung Kaliakah dan Bendung Baluk.
Bendung di Desa Kaliakah ini, salah satu penyebab banjir yang menggenangi pemukiman warga hingga Jalan Nasional Denpasar - Gilimanuk.
Normalisasi ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terulangnya bencana serupa dikemudian hari.
Normalisasi dengan pengerukan sedimentasi dan tumpukan sampah yang menjadi penyebab utama meluapnya air sungai.
Normalisasi ini difokuskan di beberapa titik kritis, terutama yang berdekatan dengan area pemukiman warga di Desa Kaliakah.
”Tidak bisa membiarkan kondisi ini terus berulang. Normalisasi sungai adalah langkah paling efektif untuk memastikan aliran air lancar, apalagi di wilayah yang padat penduduk seperti ini,” ujar Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.***