Radarbadung.id- Tragedi banjir yang melanda Denpasar menyebabkan bangunan ruko di Jalan Sulawesi ambruk total pada Rabu (10/9).
Namun, kawasan Jalan Sulawesi, Denpasar masih lumpuh, karena reruntuhan material bangunan menutupi badan jalan sehingga akses pertokoan di kawasan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan, hingga Sabtu (13/9).
Selain itu, puing reruntuhan sebagian juga masih tergenang di aliran Tukad (sungai) Badung. Peristiwa itu terjadi akibat luapan deras sungai Badung yang sejak dua hari terakhir tak mampu menahan debit air setelah diguyur hujan deras.
Arus sungai yang semakin kuat menghantam pondasi bangunan yang berdiri di tepi aliran, hingga akhirnya roboh.
Pantauan Radarbadung.id, untuk mengevakuasi material reruntuhan, pemerintah menurunkan alat berat berupa excavator.
Proses pengikisan dan pemindahan material dilakukan secara bertahap, dengan bantuan truk yang mengangkut puing-puing keluar dari lokasi.
Meski begitu, proses ini membuat lalu lintas di kawasan sekitar tersendat dan warga sekitar diminta untuk menghindari area tersebut sementara waktu.
”Kami masih fokus membersihkan material agar akses jalan bisa kembali normal. Evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena kondisi bangunan di sekitar lokasi juga rawan terdampak,” ujar seorang petugas di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerugian material. Warga sekitar berharap, material gegera di evakuasi. ”Ya, mengingat kawasan Jalan Sulawesi dikenal padat aktivitas perdagangan,” singkat salah satu warga yang berjualan tak jauh dari lokasi.***