Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Viral Sekda Marah-marah ASN Soal Donasi, Gubernur Bali Wayan Koster Sebut Itu Pembinaan

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 24 September 2025 | 16:10 WIB
Viral, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Bali, Dewa Made Indra marah-marah lewat zoom kepada aparatur sipil negeri (ASN).
Viral, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Bali, Dewa Made Indra marah-marah lewat zoom kepada aparatur sipil negeri (ASN).
 
Radarbadung.jawapos.com– Viral video Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Bali, Dewa Made Indra marah-marah aparatur sipil negeri (ASN).
 
Sekda marah besar buntut dari bocornya daftar donasi dan ditentukan nominalnya di medsos. 
 
Video yang tersebar dengan durasi 5 menit 8 detik itu, Dewa Made Indra menyebut Pemprov Bali dihujat habis-habisan karena beredarnya informasi ASN diminta donasi untuk korban banjir Bali.
 
Ditemui kemarin, Gubernur Bali Wayan Koster membantah Sekda Bali marah-marah. Apa yang disampaikan, kata Koster, bukan teguran melainkan pembinaan yang menurutnya itu hal wajar.
 
Baca Juga: Heboh, Instruksi Gubernur Bali bagi Seluruh Guru Wajib Donasi untuk Korban Banjir
 
Sebagai Sekda, lanjutnya, merupakan pemimpin ASN. Sikal Dewa Indra sebagai bagian dari peran seorang pembina kepegawaian.
 
”Beliau itu Sekda sebagai pembina pegawai. Wajar saja,” kata Koster kemarin (22/9/2025).
 
Menurtunya, ASN berdonasi sifatnya sukarela dan bentuk gotong-royong. Meski sukarela, yang jadi pertanyaan kenapa ditentukan tarifnya? Kata Koster, soal nominal, ia menjelaskan jumlah sumbangan dibedakan pada jenjang pangkat dan penghasilan ASN.
 
“Dipatok itu karena tingkat hasilnya beda. Jenjang pangkatnya beda, penghasilan kan beda,” ujarnya.
 
Lebih lanjut disampaikan, gaji PNS di Bali ada yang Rp 30 juta, Rp 20 juta, Rp15 juta, dan ada yang Rp 8 juta per bulan.
 
Baca Juga: Gubernur Bali Wayan Koster Curhat ke Komisi II DPR, Minta Dana Transfer Daerah Tak Disunat
 
”Kan diberikan acuan. Mau sesuai acuan, mau lebih besar, mau lebih rendah, tidak apa-apa, tidak ada masalah,” jelas mantan Anggota DPR RI ini.
 
Gubernur Bali pastikan penggalangan donasi dilakukan secara transparan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Ia menyebut pola gotong-royong ini bukan hal baru.
 
“Oh, ya pasti transparansi. Yang mengelola itu adalah badan kepegawaian daerah. Pasti transparansi, pasti transparan,” tegasnya.
 
Koster menambahkan, pola ini sudah diterapkan waktu erupsi Gunung Agung dan pandemi Covid-19.
 
Ia sebutkan karena sifatnya penggalangan donasi juga tak memerlukan surat keputusan (SK) gubernur.
 
”Tidak pakai surat SK segala macam. Apa yang masalah? Ini internal pegawai,” tegasnya.
 
Baca Juga: Awalnya Ngaku sebagai Korban Curat, Ternyata Pria Ini Buronan Polda Bali
 
Koster menambahkan donasi tidak dikumpulkan atas nama pribadi ASN, melainkan secara bersama atas nama Pemprov Bali. Baginya gerakan ini harus didukung.
 
”Ini harusnya didukung karena pola gotong-royong itu adalah jati dirinya masyarakat Indonesia,” ujarnya.
 
Gubernur Bali dua periode ini juga membantah ada ancaman mutasi bagi ASN yang tidak ikut menyumbang.
 
” Itu dibesar-besarkan. Berarti enggak ada. Siapa (yang bilang?) enggak ada (mutasi). Itu dibesar-besarkan oleh orang itu. Oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Saya sudah pengalaman begini-begini,” tegasnya.
 
Lebih dari itu dia menyatakan tujuan di balik penggalangan dana juga untuk antisipasi terjadi bencana. Terlebih saat ini, Bali sudah memasuki musim penghujan.
 
“Menurut BMKG, saya mengundang BMKG, puncak hujan itu akan mulai terjadi bulan November, Desember, Januari sampai Februari dan hujan besar berpotensi ada bencana. Begitu nanti ada bencana, saya langsung kasih. Nah, gitu,” tandasnya.***
Dawet Ayu Yu Nur, salah satu UMKM yang ikut hadir dalam forum Ruang Aspirasi Bupati Magelang
Dawet Ayu Yu Nur, salah satu UMKM yang ikut hadir dalam forum Ruang Aspirasi Bupati Magelang
Editor : Donny Tabelak
#gubernur bali #banjir bali #Sekda Pemprov Bali #wayan koster #donasi #asn #bmkg