”Sejauh ini jenis sampah plastik dan residu yang masih mendominasi di pantai,
seperti seteteofoam, plastik," katanya di sela aksi bersih-bersih sampah di Pantai Mertasari, Sanur Denpasar Selatan yang digelar oleh Havaianas bersama Sea Soldier, Sabtu (4/10) pagi.
Lanjut dia, Surat Edaran Gubernur Bali nomor 9 tahun 2025, untuk mengatur kondisi sampah di Bali ternyata tidak terlalu memberikan dampak yang signifikan.
Di kawasan pantai contohnya, Rosi menyebut jumlah tempat sampah di kawasan pantai masih kurang.
Hal ini mungkin sengaja dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik atau lainnya oleh masyarakat dan pengunjung pantai. Namun, ternyata hal itu tak berdampak juga.
”Di pantai kurang adanya tempat sampah, karena pemerintah memang mengurangi jumlah (tong sampah) agar mengurangi masyarakat membuang sampah. Tanggung jawab sampah adalah tanggung jawab kita bersama," sebutnya.
Rosi menyebut, pantai Mertasasi contohnya yang saat ini dipenuhi sampah plastik dan residu. Hal itu diduga dampak dari banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
”Lokasi ini sangat kotor dan mungkin dampak dari banjir dari beberapa saat lalu. Dan sampah yang kami kumpulkan, kami bekerjasama dengan DLH kota Denpasar untuk mengangkut. Kami sediakan 150 karung," sambungnya.
Pada kesempatan yang sama, Jojo Frida Brand General Manager Havainas menjelaskan, dalamm aksi bersih sampah kali ini melibatkan kurang lebih 70 orang anggota dari komunitas Sea Soldier Bali.
”Ini program yang pernah kami lakukan. Kali ini di pantai Mertasasi, dan kami memang sudah survey dan hasilnya sejak kejadian banjir kemarin, pantai ini juga dipenuhi banyak sampah," pungkasnya.***