Kimora, Transpuan yang Aktif dalam Upaya Penanggulangan HIV/AIDS di Bali
Marsellus Nabunome Pampur• Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:05 WIB
Meghan Kimoralez. Sosok transpuan ini sendiri dikenal karena jasanya dalam menanggulangi penularan HIV di tengah masyrakaat Bali.
Radarbadung.jawapos.com- Meghan Kimoralez atau yang akrab disapa Kimora cukup populer di kalangan para penyintas HIV di Bali.
Sosok transpuan ini sendiri dikenal karena jasanya dalam menanggulangi penularan HIV di tengah masyrakaat di Bali.
Aksi sosial ini dia lakukan bersama lembaga yang menaunginya yakni Yayasan Gaya Dewata.
Sebagai staf monev pada yayasan tersebut, Kimora kerap bertemu dengan para penyintas HIV.
Ia juga kerap turun ke lapangan melakukan sosialisasi agar para pekerja seks komersial, komunitas LGBT dan lainnya mau melakukan test HIV secara rutin.
Tentunya hal ini dilakukan untuk mencegah penularan HIV yang makin masif di tengah masyarakat.
Dalam menjalankan tugas mulianya ini, menurut Kimora ada beberapa kesulitan yang kerap dihadapi pihaknya dalam mendeteksi kondisi dan lokasi para penyintas HIV.
”Hambatan dan kesulitan di tingkat komunitas dalam penanggulangan HIV terdiri dari beberapa hal. Pertama, karena klien belum mau memberikan identitasnya kepada petugas lapangan. Klien juga belum siap mengetahui hasil pemeriksaan HIV," katanya di Denpasar belum lama ini
Lanjut dia, kecendrungan orang tak ingin melakukan tes HIV dikarenakan beberapa faktor.
Selain takut dengan hasil yang dialami, mereka juga cenderung acuh tak acuh karena merasa tubuhnya masih dalam kondisi fit. ”Mereka merasa masih sehat dan baik-baik saja," ujarnya.
Padahal, orang-orsng yang dimaksud merupakan kelompok rentan seperti pekerja seks komersial hingga komunitas LGBT.
Sementara itu, Yayasan Gaya Dewata (YGD) Bali sendiri adalah organisasi berbasis komunitas LGBT yang didirikan pada tanggal 14 Februari 1992.
Organisasi ini bergerak di bidang kesehatan khususnya dalam program penanggulangan resiko penularan Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV dan AIDS untuk kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL), Trangender dan Penasun.
Dalam menjalankan misinya, mereka menebar para petugas lapangan untuk penjangkauan ke kelompok dampingan.
Penjangkauan bisa dilakukan secara tatap muka di hotspot ataupun di tempat tinggal kelompok dampingan tersebut.
Petugas lapangan juga bisa melakukan pendekatan ke kelompok dampingan baru melaui sosial media.***