Radarbadung.jawapos.com- Aksi balap liar di Kabupaten Klungkung kian nekat dan mengganggu masyarakat.
Jika biasanya mereka beraksi di kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Kabupaten Klungkung, tepatnya di Jembatan Merah.
Sabtu (18/10) malam, mereka nekat menutup jalan Bypaas Ida Bagus Mantra, Kecamatan Dawan untuk balap liar. Kemacetan pun terjadi akibat ulah mereka.
”Semenjak dibuat Speed bump di Jembatan Merah, aksi balapan liar pindah ke Bypass Ida Bagus Mantra. Bahkan mereka sampai menutup jalan di Bypass di Dawan,” ungkap Kasat Lantas Polres Klungkung, AKP Untung Laksono, Minggu (19/10).
Mendapat informasi adanya remaja yang balapan liar, Polres Klungkung mengerahkan 53 perwira Sat Lantas Polres Klungkung dalam operasi penertiban balap liar tersebut.
Saat aparat mulai berdatangan ke Bypass Ida Bagus Mantra, ratusan remaja yang sedang melakukan ataupun menonton aksi balap liar langsung berhamburan melarikan diri. Bahkan ada yang kabur ke sawah di sisi selatan GOR Swecapura Gelgel.
”Kami lakukan pengepungan, mereka kabur sampai ke sawah. Petugas kami kejar sampai ke sawah dan berhasil kami amankan beberapa yang tidak berhasil kabur,” tuturnya.
Setidaknya ada 17 kendaraan yang diamankan, 3 di antaranya ditinggal kabur pemiliknya.
Menurutnya ada perubahan tren dalam balapan liar saat ini, di mana tidak lagi menggunakan sepeda motor drag.
”Mereka sekarang sepeda motornya bagus-bagus untuk mengelabui aparat. Ketika kami amankan, mereka berdalih tidak sedang balapan,” terangnya.
Sebagian besar pelaku balap liar yang diamankan masih berusia anak-anak. Anak paling tua yang berhasil diamankan berusia 17 tahun. Tidak hanya asal Klungkung, ada pula yang berasal dari Bangli, dan Karangasem.
”Dua di antaranya ada perempuan. Ini sudah parah sekali, mereka masih pelajar dan taruhan balap liar seperti itu. Ini kami minta juga peran serta orang tua, untuk membina anak-anaknya,” ujarnya.
Belasan sepeda motor yang diamankan ditahan sementara. Pihaknya telah menjadwalkan pemanggilan terhadap para remaja yang terjaring untuk datang ke Polres Klungkung beserta orang tuanya, Senin (20/10).
”Hari Senin besok, mereka bersama orang tuanya harus datang ke Polres, langsung bertemu dengan saya. Kami akan lakukan pembinaan dengan tegas,” katanya.
Lebih lanjut diungkapnya, komunitas balap liar yang beraksi di Klungkung memiliki "mata-mata" yang memantau pergerakan petugas kepolisian.
Yang mencengangkan, anak itu seorang perempuan yang rumahnya di barat Polres Klungkung.
Anak itu kerap memberikan informasi ke rekan-rekannya tentang pergerakan aparat jelang patroli.
”Misal saat petugas keluar untuk patroli, diinformasikan oleh dia ke teman-temannya. Kebetulan rumahnya memang dekat Polres,” ungkapnya.***
Editor : Donny Tabelak