Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Harga Beras Tembus Rp 16 Ribu, Polda Bali Ingatkan Distributor Tak Main Harga

Andre Sulla • Kamis, 23 Oktober 2025 | 14:36 WIB
Direskrimsus Polda Bali Kombes Pol Teguh Widodo, S.I.K., M.M., pimpin pasukan turun ke pasar dalam rangka sidak beras, Rabu (22/10) kemarin.
Direskrimsus Polda Bali Kombes Pol Teguh Widodo, S.I.K., M.M., pimpin pasukan turun ke pasar dalam rangka sidak beras, Rabu (22/10) kemarin.
 
Radarbadung.jawapos.com– Harga beras yang terus melambung di pasaran, membuat Polda Bali turun tandangan.
 
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali resmi menggelar Operasi Satgas Pangan Provinsi Bali untuk menekan lonjakan harga beras di seluruh wilayah hukum Bali.
 
Tentunya diawali dengan Rapat koordinasi digelar di Gedung Ditreskrimsus, Selasa (21/10). 
 
Dipimpin langsung Direskrimsus Polda Bali, Kombes Pol Teguh Widodo, S.I.K., M.M., kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Bulog Bali, Bapanas, Disperindag, Distanpangan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Bali, Kasat Reskrim jajaran Polres/ta, serta produsen dan distributor beras dari seluruh kabupaten/kota di Bali.
 
Satgas Pangan Terpadu bertugas memastikan harga beras tetap stabil dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
 
Baca Juga: Pelatih Bali United Soroti Kontrol Permainan, Evaluasi Jelang Laga Berat Kontra Persita
 
"Ya, yakni Rp13.500 per kilogram untuk jenis medium dan Rp14.900 per kilogram untuk jenis premium,” tegas Kombes Teguh Widodo, Rabu (22/10).
 
Sidak Perdana di Pasar Badung dan Kreneng. Operasi pengendalian harga beras mulai dilaksanakan Rabu (22/10) kemarin, dengan sasaran pasar tradisional, ritel modern, serta distributor beras. 
 
Beberapa lokasi yang disidak antara lain Pasar Badung, Pasar Kreneng, Supermarket Grand Lucky, Bintang Supermarket, dan sejumlah gudang distributor beras di wilayah Denpasar.
 
Dari hasil sidak, ditemukan masih ada harga beras medium dan premium dijual di atas HET, bahkan mencapai Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per kilogram. 
 
“Pedagang beralasan harga dari pemasok sudah tinggi, sehingga mereka hanya menyesuaikan harga jual,” terang Kombes Teguh.
 
Kombes Teguh mengataan, untuk sementara Satgas Pangan masih melakukan tahap sosialisasi kepada pedagang dan distributor agar segera menyesuaikan harga sesuai HET. Namun bila pelanggaran tetap ditemukan, tindakan tegas akan diambil.
 
Baca Juga: Heboh, WNA Rusia Mr. Terima Kasih Ngaku Diculik hingga Diperas Saat di Bali
 
Minggu pertama, lanjutnya, dilakukan sosialisasikan. Minggu kedua, jika masih ditemukan pelanggaran, akan diberi surat teguran.
 
"Jika tetap bandel, izin usaha akan dicabut dan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
 
Selain harga, Satgas juga memantau mutu dan label kemasan agar sesuai standar medium maupun premium. 
 
 
“Jangan hanya harga yang main tinggi, tapi kualitas tidak sesuai. Itu juga akan kami tindak,” tambahnya.
 
Satgas Pangan juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang menemukan harga beras melebihi HET di pasar.
 
“Silakan laporkan ke Ditreskrimsus Polda Bali. Kami siap menindaklanjuti,” ujar Teguh.
 
Ia berharap operasi ini bisa menjaga kestabilan harga dan memastikan stok pangan tetap aman di seluruh Bali.
 
“Kami imbau seluruh pedagang dan distributor tidak main-main dengan harga beras. Mari sama-sama kita jaga keseimbangan agar masyarakat tidak terbebani,” pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#satgas pangan #bulog #harga beras naik #polda bali