Radarbadung.jawapos.com- Meskipun sudah rutin digelar sosialisasi, truk angkutan barang yang over dimension, over loading (ODOL) masih sering melintas di Jalan Denpasar - Gilimanuk.
Sehingga perlu upaya penertiban kendaraan angkutan barang yang melebihi dimensi dan muatan ini.
Sosialisasi dilakukan instansi terkait bersama Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cekik, Gilimanuk.
”Sosialisasi selain dilakukan secara bersama-sama dengan instansi terkait, setiap harinya kami sosialisasi kepada sopir angkutan barang yang masuk maupun keluar Bali,” ujar Pengawas Satuan Pelaksana UPPKB Cekik I Made Ria Fran Dharma Yudha, Jumat (24/10).
Menurutnya, setelah dilakukan sosialisasi bersama instansi terkait pekan lalu, masih banyak ditemukan kendaraan ODOL melintas di Jalan Nasional Denpasar - Gilimanuk.
Karena itu, pihaknya meningkatkan sosialisasi kepada setiap kendaraan yang masuk maupun keluar Bali di UPPKB atau Jembatan Timbang Cekik.
Dari hasil penimbangan rutin, sebagian besar pelanggaran terjadi pada overloading atau kendaraan mengangkut muatan barang melebihi batas standar.
”Masih banyak sopir dan pemilik barang yang belum patuh. Padahal sosialisasi sudah kami lakukan ke perusahaan ekspedisi dan pelaku usaha angkutan,” ujarnya.
Menurutnya, pelanggaran angkutan barat yang ODOL tidak hanya membahayakan keselamatan di jalan raya, tetapi juga mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.
Karena itu, pihaknya akan memperketat pengawasan di pintu keluar dan masuk Bali melalui Jembrana.
Sementara ini, pihaknya masih gencar sosialisasi. Belum melakukan penindakan sesuai ketentuan.
Mengenai penindakan, pihaknya masih menunggu kebijakan dari pusat mengenai waktu pelaksanaan. ”Sudah ada timeline. Saat ini fokus sosialisasi dulu,” tegasnya.
Dalam melaksanakan penertiban, lanjutnya, sebenarnya tidak sulit jika ada kerja sama dari semua pihak, terutama pemilik barang, perusahaan ekspedisi, dan sopir.
UPPKB, kata dia, tidak bermaksud mempersulit aktivitas logistik. Namun penegakan aturan perlu dilakukan agar semua pihak disiplin dan tertib.
”Kalau semua patuh terhadap aturan muatan, jalannya awet, distribusi lancar, dan keselamatan juga lebih terjamin,” tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak