Radarbadung.jawapos.com- Dampak gelombang tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan rumah warga di pesisir Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, mengalami kerusakan parah. Sejumlah rumah sudah ditinggalkan pemilik karena rusak berat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, mengenai abrasi yang terjadi di Pantai Pebuahan terjadi gelombang tinggi pada saat purnama dan tilem, memang semakin parah. ”Rumah-rumah warga bertahap rusak dan habis,” ujarnya.
Dengan gelombang tinggi yang terjadi setiap purnama, terutama daratan dan rumah - rumah warga yang berada di sebelah barat senderan pengaman pantai semakin parah.
Kondisi ini dampak dari pembangunan senderan yang tidak tuntas, membuat gelombang laut mengarah pada daratan yang belum dibangun senderan.
”Kalau cuma dibangun senderan separuh memang dampaknya pada yang lain semakin parah abrasinya,” ujarnya.
Baca Juga: Kadin Bali Minta Masyarakat Waspada Keberadaan Kelompok WNA yang Tinggal di Kos- kosan
Pihaknya setiap saat melakukan pemantauan daerah tersebut, karena merupakan daerah yang memiliki dampak abrasi paling parah.
Dari pemantauan rutin yang dilakukan, terlihat jelas perubahan daratan yang abrasi setiap minggu dan setiap bulan.
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang masih tinggal di rumah yang rawan abrasi, untuk segera pindah ke tempat yang lebih aman dari abrasi.
”Sebagian penghuni rumah yang ada di Pebuahan sudah pindah, tapi masih ada juga yang bertahan karena belum memiliki tempat tinggal baru,” ujarnya.
Agus menambah, masyarakat diimbau lebih waspada dampak intensitas hujan disertai angin di wilayah Jembrana dalam beberapa hari terakhir ini semakin tinggi.
”Dua hari ini terjadi hujan deras dan angin kencang, syukurlah tidak ada dampak,” tandasnya.***