Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Batal Rayakan Hari Raya Galungan Bersama Ayah di Kampung, Ditemukan Sudah Dikerumuni Belatung

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Senin, 17 November 2025 | 15:05 WIB
Evakuasi jenazah I Nengah Supat, 72, warga Dusun Anjingan, Desa Getakan, Banjarangkan setelah ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar mandi rumahnya, Minggu (16/11) kemarin.
Evakuasi jenazah I Nengah Supat, 72, warga Dusun Anjingan, Desa Getakan, Banjarangkan setelah ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar mandi rumahnya, Minggu (16/11) kemarin.

 

Radarbadung.jawapos.com- I Nengah Supat, 72, warga Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar mandi rumahnya, Minggu (16/11) kemarin sekitar 09.30.

Pria renta itu ditemukan pertama kali oleh anaknya, I Wayan Darmaja, 37, yang pada saat itu pulang kampung untuk melakukan persiapan Hari Raya Galungan.

Anak Supat, I Wayan Darmaja dan menantunya Nia Kurnianti,27, selama ini berdomisili serta bekerja di Denpasar.

Sementara Supat tinggal seorang diri di rumahnya, Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan.

Pada Minggu (16/11), anak dan menantu Supat pulang ke rumah untuk melakukan persiapan merayakan Hari Raya Galungan.

Setibanya di rumah, Darmaja melihat kondisi rumah dalam keadaan kotor dan mencium bau busuk.

Kurnianti kemudian menuju kamar mandi hendak buang air dan Darmaja kembali mencium bau tidak sedap yang berasal dari dalam kamar mandi.

Darmaja yang merasa curiga dengan bau tidak sedap itu kemudian melakukan pengecekan dan mendapati Supat dalam keadaan tergeletak dalam posisi telungkup di kamar mandi.

Pada saat itu, Supat sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan seluruh tubuh dipenuhi ulat belatung.

Melihat kondisi tersebut, Darmaja segera memberitahukan keluarga dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Klungkung, IPTU. I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa yang dikonfirmasi menjelaskan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan pengamatan awal di lokasi.

Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena sakit dan kemudian jatuh terpeleset di kamar mandi. Namun kepastian penyebab kematian menunggu pemeriksaan medis.

”Kondisi korban yang tinggal sendiri diduga menyebabkan tidak adanya pihak yang mengetahui lebih awal ketika korban mengalami musibah,” jelasnya.

Dijelaskannya pihak keluarga menerima dan mengikhlaskan kejadian tersebut dan menganggap semua itu sebagai musibah sehingga tidak melanjutkan ke tahap outopsi.

Pada pukul 12.20, jenazah Supat dievakuasi oleh BPBD Klungkung ke RSUD Klungkung guna penanganan lebih lanjut.

”Berdasarkan hasil olah TKP awal, korban ditemukan dalam keadaan telungkup di dalam kamar mandi dengan kondisi tubuh sudah dipenuhi ulat belatung. Sehingga diperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan,” tandasnya.***

 

Tema dan logo Hari Guru Nasional 2025
Tema dan logo Hari Guru Nasional 2025
Editor : Donny Tabelak
#galungan #penemuan mayat #belatung #polres klungkung