Radarbadung.jawapos.com- Gubernur Bali, Wayan Koster telah mengeluarkan perintah kepada PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group untuk menghentikan dan membongkar lift kaca di Pantai Kelingking, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Minggu (23/11).
Meski demikian, keberadaan lift kaca di Pantai Kelingking masih menimbulkan pro dan kontra.
Di antaranya Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida yang meminta pembangunan lift kaca tetap dilanjutkan.
Perwakilan forum, Jro Ketut Gunaksa mengungkapkan seluruh bendesa adat se Kecamatan Nusa Penida telah berkumpul dan menyepakati agar pembangunan lift kaca dapat dilanjutkan demi kepentingan masyarakat Nusa Penida.
“Kami menghargai dan menghormati keputusan (keputusan Gubernur Bali membongkar lift kaca, Red) tersebut. Kendatipun demikian, kami dari Forum Paiketan Pasikian Bendesa Adat Sejebak Nusa Penida akan tetap berupaya persuasif ke Gubernur Bali dan Bapak Bupati Klungkung. Kami memohon kebijakan sebagai pemangku kewenangan agar aspirasi masyarakat Nusa Penida dapat dipertimbangkan,” ujar Jro Ketut Gunaksa, Minggu (30/11).
Ia menyadari proyek tersebut terdapat pelanggaran. Walau begitu, besar harapannya pemerintah dapat memberikan kebijakan khusus yang tetap menghormati hukum, tetapi tidak mematikan dinamika pembangunan pariwisata di Nusa Penida.
Untuk itu, Forum Paiketan Pasikian Bendesa Adat se-Nusa Penida berencana segera melakukan audiensi dengan Gubernur Bali.
”Hukum harus kami hormati, regulasi harus ditepati. Namun ruang kebijakan khusus dari pemerintah juga sangat kami harapkan. Apa pun hasilnya, kami siap menerima sebagai masyarakat Nusa Penida,” tandasnya.
Sementara itu, Bendesa Alitan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Nusa Penida, Wayan Sukla, mengungkapkan, pertemuan Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida membahas lift kaca itu di luar agenda MDA.
Ia mengetahui adanya pertemuan itu dari media sosial. Sehingga ia tidak mengetahui secara pasti apakah semua bendesa di Nusa Penida hadir dalam pertemuan itu sebab dari video yang tersebar hanya menyorot 2 bendesa.
Bahkan berdasarkan Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida itu baru dibentuk dalam pertemuan itu berdasarkan informasi yang ia dapatkan.
”Saya tidak diundang, dan hasilnya juga tidak diinformasikan ke MDA,” ungkapnya.***
Editor : Donny Tabelak