Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi mengatakan, kapal tersebut saat kejadian dalam kondisi lego jangkar dan tengah menjalani proses perbaikan oleh sejumlah teknisi.
“Kapal tiba-tiba diterjang angin kencang dari arah barat disertai hujan lebat. Akibatnya kapal miring ke kiri dan perlahan tenggelam,” ujar Kompol Sukadi.
Saat kejadian, di atas kapal terdapat awak kapal serta delapan orang teknisi yang sedang melakukan servis.
Mereka diawasi oleh sejumlah kru, di antaranya Mualim II, KKM, juru minyak, dan kelasi kapal.
Menyadari kondisi darurat, seluruh kru dan teknisi segera meloncat ke laut untuk menyelamatkan diri.
“Para kru dan pekerja berhasil dievakuasi menggunakan kapal skoci dan dibawa ke daratan Pantai Serangan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tegasnya.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan TKP serta meminta keterangan dari para saksi.
Selain itu, Polresta Denpasar juga berkoordinasi dengan Syahbandar Wilayah Kerja Serangan guna penanganan lebih lanjut.
Hingga saat ini, kapal SHARANDY OF DE SEAS masih berada dalam kondisi tenggelam di perairan tersebut, dengan titik koordinat -8°43’13” LS dan 115°14’27” BT.
Aparat gabungan terus memantau kondisi kapal untuk memastikan tidak mengganggu alur pelayaran maupun menimbulkan pencemaran laut akibat potensi tumpahan minyak.
“Rencana tindak lanjutnya, kami akan kembali berkoordinasi dengan Syahbandar terkait upaya pengangkatan kapal serta memonitor situasi di lokasi,” pungkas Kompol Sukadi.
Diketahui, seluruh dokumen kapal beserta identitas awak kapal ikut tenggelam bersama kapal. "Meski demikian, seluruh kru dan teknisi dipastikan dalam keadaan selamat," tutupnya.***